Bencana Alam Saatnya Muhasabah Bersama Oleh: Yanti Darmayanti

Rabu, 4 Desember 2024 di Kabupaten Sukabumi terdampak bencana banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin 2 Desember, diantaranya ada sungai Cimandiri yang meluap dan merendam puluhan rumah di Kampung Mariuk  RT 01/RW 05 Desa Cidadap, Kabupaten Sukabumi.

 

Bencana tersebut menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi. Pencatatan terakhir, dikutip dari detikjabar, tercatat 10 orang meninggal dunia dan 2 lainnya masih dalam pencarian. Korban meninggal dunia sebagian besar berasal dari Kecamatan Simpenan, Tegal Buleud dan Ciemes.

 

Deden Sumpena kepala pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi menjelaskan bahwa jenis bencana yang terjadi di tiap kecamatan sangat bervariasi, seperti tanah longsor, banjir, angin kencang,  dan pergerakan tanah yang menjadi bencana utama yang merusak.

 

Selain itu, ada pula banjir bandang, alasannya karena pendangkalan sungai, diantaranya sungai di Pelabuhan yang mengalami pendangkalan yang sangat parah yang membuat sungai menjadi sangat dangkal sehingga diperlukan segera pengerukan sungai.

 

Belum lagi ada hutan gundul tepat di atas tanah longsor di Jalan Pelabuhan Ratu, sehingga pemerintahan Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat bencana dalam sepekan pascabencana karena melihat skala bencana yang besar dan sebaran lokasi bencana yakni berada di 33 titik di 22 kecamatan. Nilai kerugian yang besar dialami sejumlah warga yang terdampak dan belum lagi korban jiwa.

 

Penyebab bencana ini bukan sekadar karena faktor alam, tapi karena ulah tangan manusia yaitu banyaknya pelanggaran syari’at karena kehidupan tidak diatur dengan syariat Allah. Berbagai keindahan alam malah menjadi pbjek eksploitasi alam atas nama pembangunan dan ekonomi. Sudah saatnya muhasabah dan bertaubat dengan berupaya agar syari’at segera tegak di bawah kepemimpinan Islam, yang akan membangun tanpa merusak sehingga bencana bisa diminimalisir. Negara seharusnya berperan sebagai raa’in dan junnah sehingga rakyat hidup sejahtera penuh berkah. wallahu’alam bishawabRabu, 4 Desember 2024 di Kabupaten Sukabumi terdampak bencana banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin 2 Desember, diantaranya ada sungai Cimandiri yang meluap dan merendam puluhan rumah di Kampung Mariuk  RT 01/RW 05 Desa Cidadap, Kabupaten Sukabumi.

 

Bencana tersebut menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi. Pencatatan terakhir, dikutip dari detikjabar, tercatat 10 orang meninggal dunia dan 2 lainnya masih dalam pencarian. Korban meninggal dunia sebagian besar berasal dari Kecamatan Simpenan, Tegal Buleud dan Ciemes.

 

Deden Sumpena kepala pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi menjelaskan bahwa jenis bencana yang terjadi di tiap kecamatan sangat bervariasi, seperti tanah longsor, banjir, angin kencang,  dan pergerakan tanah yang menjadi bencana utama yang merusak. 

 

Selain itu, ada pula banjir bandang, alasannya karena pendangkalan sungai, diantaranya sungai di Pelabuhan yang mengalami pendangkalan yang sangat parah yang membuat sungai menjadi sangat dangkal sehingga diperlukan segera pengerukan sungai. 

 

Belum lagi ada hutan gundul tepat di atas tanah longsor di Jalan Pelabuhan Ratu, sehingga pemerintahan Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat bencana dalam sepekan pascabencana karena melihat skala bencana yang besar dan sebaran lokasi bencana yakni berada di 33 titik di 22 kecamatan. Nilai kerugian yang besar dialami sejumlah warga yang terdampak dan belum lagi korban jiwa.

 

Penyebab bencana ini bukan sekadar karena faktor alam, tapi karena ulah tangan manusia yaitu banyaknya pelanggaran syari’at karena kehidupan tidak diatur dengan syariat Allah. Berbagai keindahan alam malah menjadi pbjek eksploitasi alam atas nama pembangunan dan ekonomi. Sudah saatnya muhasabah dan bertaubat dengan berupaya agar syari’at segera tegak di bawah kepemimpinan Islam, yang akan membangun tanpa merusak sehingga bencana bisa diminimalisir. Negara seharusnya berperan sebagai raa’in dan junnah sehingga rakyat hidup sejahtera penuh berkah. wallahu’alam bishawab

COMMENTS

Nama

#Berita,4,#Cerpen,2,#hut,2,#Internasional,1,#Kesehatan,1,#Menhan,1,#Olahraga,1,#Opini,148,#Otomotif,1,#Padang,3,#Polri,4,#Teknologi,2,#TNI,7,Anti Korupsi,1,Bank Nagari,2,Batu Sangkar,1,Bela Negara,2,Bencana,1,Bencana alam,1,Berita,170,BNI,1,BNPB,1,BPBD Agam,1,BPBD Sumbar,1,BPJN,1,BRI,5,Cerpen,2,Diktisaintek,1,Diplomasi,1,DPRD Kota Payakumbuh,3,Filupina,1,FKAN Pauh IX,2,Fogging,1,GKMI,1,Go green,1,Grasstrack,1,Hari Armada,1,imporsusu,1,Intan Jaya,1,Internasional,3,Islam,1,Iven Wisata,1,Jabatan,1,Jakarta,11,Jateng,8,Jatim,4,Jawa Tengah,1,JNE,1,Judi Online,1,Kabupaten Limapuluh Kota,11,Kalimantan,3,Kampus,3,kapitalisme,1,Kasad,2,Keagamaan,2,Kementerian Komdigi,1,kepemimpinanIslam,1,Kesehatan DBD,1,Keselamatan,1,Ketahanan pangan,1,khilafah,1,Koarmada,9,Kompetisi,1,Kostrad,2,Kota Payakumbuh,42,Kunjungan,1,Kupang,2,Lanud,1,Lanud Adi Sumarmo,2,Lapas Suliki,1,Lewotobi,1,mahasiswa,3,malang,2,Menembak,2,Menkomdigi,1,Mentan,1,Mentawai,1,Milad,1,MIPI,1,Misi,1,Monas Menjadi Saksi Napak Tilas 1 Dekade Hafizh On The Street,1,Muhammadiyah,1,MUI,1,Mutasi,1,Nagari Simalanggang Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa 2024,1,Nasional,13,Natal,1,NTT,2,Olah raga,3,Opini,408,Opini nusantaranews.net,29,Opino,1,Otomotif,1,Pagaruyung,1,Panglima TNI,3,Papua,14,Pati,5,Patroli,1,Pelayaran,2,pembangunan,1,Pemkab Mentawai,1,Pendidikan,2,Penyelundupan,1,Perbatasan,2,Perguruan Tinggi,1,Pertanian,1,Pessel,1,peternaksusu,1,Pilkada,7,POTRET BURAM PENDIDIKAN SISTEM KAPITALIS SEKULER,1,PPATK,1,presiden,1,Presiden Prabowo,1,Puisi,2,Puisi Nusantaranews,1,Puting beliung,1,PWI,4,Rajab,1,Rektor,1,RS Mitra Bangsa,1,SALATIGA,1,satgas,3,Satgas TNI,6,Sejarah,6,seminar,1,sinergi,1,Solok,35,sorong,1,surabaya,2,Surakarta,2,Sweeping,1,Tanah Datar,4,Teknologi,2,TMP,1,TNI,12,TNI AD,4,TNI AL,4,TNI AU,2,Toleransi,2,UKSW,2,Veteran,1,Wakasad,2,wartawan,1,ziarah,1,
ltr
item
contoh nusantara: Bencana Alam Saatnya Muhasabah Bersama Oleh: Yanti Darmayanti
Bencana Alam Saatnya Muhasabah Bersama Oleh: Yanti Darmayanti
contoh nusantara
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/bencana-alam-saatnya-muhasabah-bersama.html
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/bencana-alam-saatnya-muhasabah-bersama.html
true
6213777001862568329
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content