Mewujudkan Toleransi Dalam Islam

 

oleh : Isti Ummu Zhia

Di setiap penghujung tahun Masehi ada dua hari raya yang jelas bukan hari raya umat Muslim: Natal dan Tahun Baru. Namun demikian, seperti sudah menjadi tradisi, banyak Muslim yang malah ikut merayakan keduanya. Instansi Pemerintah, swasta, para pejabat dan tokoh masyarakat yang beragama Islam ikut larut dalam dua perayaan tersebut.

Momentum akhir tahun, dan kesiapan gelaran perayaan lahir tahun sudah berlangsung. Salah satunya di Kota Surabaya. Berbagai kesiapan telah dipastikan Pemkot Surabaya untuk menyambut perayaan hari raya umat Kristiani dan perayaan menjelang tahun baru. Demi terwujudnya hal tersebut, dibutuhkan perkuatan toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Sehingga diharapkan mampu melahirkan keharmonisan. Keamanan dan kenyamanan dalam penyelenggaraan tersebut membutuhkan dukungan dari seluruh pihak masyarakat. Demikian disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (jawapos, 13-12-2024).

Pemerintah Jambi, khususnya wali kota terpilih Dr. dr. Maulana menyampaikan perlu adanya semangat natal yang mampu mempererat kerukunan masyarakat, diharapkan menuju persatuan dan keharmonisan. (rri.co.id, 11-12-2024).

Seruan ini, tanpa sadar menggerus akidah Ummat, dan menjerumuskan dalam jurang kemusyrikan seolah olah ummat kurang toleran terhadap Ummat beragama lain. Padahal hal ini terjadi karena pejabat dan penguasaan tak memahami tugas dan fungsinya bagaimna seharusnya penjagaan terhadap akidah Ummat

Makna toleransi kian di salah pahami, liberalisme dan HAM yang dijadikan dasar berpijak dalam beraktivitas, menjadikan pergeseran toleransi tidak sebatas menghormati tapi sampai ikut berpartisipasi
Akhirnya bebas, mengucapkan selamat natal, dan bahkan ikut berpartisipasi masuk kedalam tempat ibadah Ummat beragama lain.

Beginikah kehidupan di tengah sistem sekular yang memisahkan agama dari kehidupan, akidah tergadai, demi sebatas hanya ingin dimaknai toleran. Dalam era hari ini membiarkan pemahaman bebas memaknai agama, sehingga tak mengindahkan aturan agama. Agama hanya dianggap pemahaman ritual individu dan setiap orang merasa bebas akan pemahamannya. Kebebasan ini pun dilegalisasi oleh negara dengan mengatasnamakan konsep toleransi moderasi yang kian deras dipahamkan di tengah masyarakat.

Prinsip toleransi dalam Islam bukan mengarah pada paham sinkretisme, pluralisme, dan humanisme beragama. Paham-paham inilah yang merusak akidah umat sehingga menggiring umat berpartisipasi dalam peribadatan agama lain. Islam memandang bahwa partisipasi dalam keyakinan dan ibadah agama lain merupakan pelanggaran hukum syarak.

Arus media infromasi dibiarkan bebas, dan menggerus keimanan. Fungsi lembaga pendidikan tak dijadikan oleh negara untuk mengedukasi dan menguatkan keimanan Ummat islamislam, dan bagaimana seharusnya bersikap atas perayaan hari raya Ummat agama lain.

Menimbang Makna Toleransi
Dalam bahasa Arab, kata tolerance
disepadankan dengan kata at-tasâmuh atau attasâhul. Adapun dalam bahasa Indonesia, kataini diserap menjadi kata toleran atau toleransi. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
toleransi didefinisikan dengan sifat atau sikap toleran. Toleran adalah bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan,membolehkan) pendirian (pendapat,pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan,dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. (Departemen Pendidikan Nasional, KBBI Pusat Bahasa, hlm. 1477-78, Edisi Keempat, 2008,Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta).

Pada majalah alwa’i, tema toleransi dalam islam , Syamsuddin Ramadhan an Nawy menjelaskan, Pada perkembangan selanjutnya, kata toleransi digunakan dalam agenda “perang opini” oleh negara kafir imperialis. Tujuannya untuk meneguhkan paham demokrasi-sekularliberal dan menyerang ajaran dan simbol Islam. Sebagai contoh, seorang Muslim yang menyebut kafir pemeluk agama selain Islam, Juga penganut paham kufur seperti sosialismekomunisme dan sekularisme, dianggap Intoleran.

Namun sayangnya, Pada saat praktik LGBT disebut sebagai perilaku bejat, amoral dan menyimpang dari Islam, maka penyebutan itu dianggap anti toleransi. Ketika demokrasi, liberalisme dan sekularisme dinyatakan sebagai paham kufur, ini pun disebut intoleran. Ketika ada seruan untuk menegakkan kembali syariah dan Khilafah, ada sebagian kaum Muslim malah menolak dengan alasan merusak toleransi antarumat beragama dan mengancam keutuhan bangsa. Sebaliknya, mengakui kebenaran agama selain Islam, melegalkan praktik LBT, menerapkan demokrasi-liberalis-sekuler adalah wujud toleransi.

Lantas, bagaimana Islam menempatkan
toleransi? Dalam batas-batas apa seorang
Muslim harus toleran? Kapan mereka tidak
boleh toleran dengan perbedaan?

Pertama, seorang Muslim wajib menyakini
Islam sebagai satu-satunya agama yang benar,sedangkan di luar Islam salah (kufur). Tidak ada toleransi, kompromi dan pengakuan atasklaim kebenaran agama selain Islam. Allah SWT berfirman:
Siapa saja yang mencari agama selain Islam
sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi (QS Ali Imran [3]: 85).
walau demikian dalam islam pun tidak ada paksaan terhadap manusia untuk memeluk islam.

Kedua, seorang Muslim wajib menyakini
syariah Islam sebagai hukum terbaik. Hukum syariah tidak pernah berubah dengan berubahnya zaman. Perzinaan, homoseksual, ber-tahkîm dengan hukum buatan manusia, memilih pemimpin kafir dan membakar bendera
tauhid merupakan perbuatan haram. Statusnya tidak pernah berubah. Menerapkan syariah Islam secara kâffah, menegakkan Khilafah dan berjihad melawan orang-orang kafir berhukum
wajib. Tidak pernah berubah selama-lamanya. Tidak ada tasâmuh (toleransi) dalam masalah seperti ini. Seorang Muslim wajib menerapkan syariah
Islam, baik orang kafir setuju atau tidak. Allah SWT berfirman:
” Putuskanlah perkara mereka menurut apa
yang Allah turunkan dan janganlah kamu
mengikuti hawa nafsu mereka dengan
meninggalkan kebenaran yang telah datang
kepadamu…Hendaklah kamu memutuskan
perkara di antara mereka menurut apa yang telah Allah turunkan Allah, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka, dan berhatihatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu (QS al-Maidah [5]: 48-49).

Ketiga, dalam urusan ibadah, pernikahan,
makanan, minuman, dan pakaian, orang kafir dibiarkan melakukan semua itu sesuai agama mereka. Mereka tidak dipaksa meninggalkan peribadahan, tatacara pernikahan dan urusanurusan privat mereka. Saat menaklukkan Mesir,
para Sahabat menyaksikan dan membiarkan kaum kafir minum khamr dan beribadah menurut agama mereka. Hanya saja, seorang Muslim dilarang melibatkan diri dalam peribadahan orang kafir termasuk di antaranya menjaga tempat
peribadahan orang kafir saat peribadahan atau perayaan hari besar mereka dengan alasan toleransi. Imam Ahmad menuturkan sebuah riwayat dari Ibnu ‘Umar ra., bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: ” Siapa saja yang menyerupai suatu kaum
maka ia termasuk bagian dari mereka”, (HR
Ahmad). Dari ‘Atha’ bin Dinar, bahwa Umar ra. pernah berkata, “Janganlah kalian masuk ke
gereja-gereja orang-orang musyrik pada hari raya mereka. Sungguh murka Allah SWT turun kepada mereka pada hari itu.” (HR al-Baihaqi).

Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Kaum
Muslim haram merayakan hari raya orangorang Yahudi dan Nasrani. Kaum Muslim juga haram memasuki gereja dan tempat-tempat ibadah mereka.” (Iqtidhâ’ ash-Shirâth alMustaqîm, hlm. 201).

Adapun dalam muamalah, seorang Muslim
boleh bermuamalah dengan orang kafir, asalkan sejalan dengan syariah Islam. Seorang Muslim juga tidak dilarang menjalin hubungan baik, bertetangga, atau melakukan interaksiinteraksi sosial positif dengan orang kafir.

Praktik Toleransi Pada Masa Nabi saw.
dan Khulafaur Rasyidin

Setelah kekuasaan Daulah Islamiyah meluas
ke Jazirah Arab, Nabi saw. memberikan
perlindungan atas jiwa, agama dan harta
penduduk Ailah, Jarba’, Adzrah dan Maqna
yang mayoritas penduduknya beragama
Kristen.  Praktik ini menunjukkan bahwa Nabi saw. toleran terhadap orang-orang kafir, dan tidak memperlakukan mereka semena-mena. Kekuasan islan pun terbentsng hingga 2/3 dunia.
Fakta menunjukkan, penerapan syariah
Islam saat itu berhasil menciptakan keadilan, kesetaraan dan rasa aman bagi seluruh warga
negara, baik Muslim maupun kafir.

Dalam bukunya, Holy War, Karen Amstrong
menggambarkan saat-saat penyerahan kunci Baitul Maqdis kepada Khalifah Umar bin alKhathathab ra., “Pada tahun 637 M, Umar bin Khaththab memasuki Yerusalem dengan dikawal oleh Uskup Yunani Sofronius. Sang Khalifah minta agar dibawa segera ke Haram asy-Syarif. Di sana ia berlutut berdoa di tempat
Nabi Muhammad saw. melakukan perjalanan malamnya. Sang Uskup memandang Umar penuh dengan ketakutan. Ia berpikir, ini adalah
hari penaklukan yang akan dipenuhi oleh
kengerian yang pernah diramalkan oleh Nabi Daniel. Pastilah, Umar ra. adalah sang Anti Kristus yang akan melakukan pembantian dan menandai datangnya Hari Kiamat. Namun, kekhawatiran Sofronius sama sekali tidak terbukti.” Setelah itu penduduk Palestina hidup damai, tenteram. Tidak ada permusuhan dan pertikaian meskipun mereka menganut tiga agama besar yang berbeda, Islam, Kristen dan Yahudi.

Demikianlah keindahan toleransi yang diwujudkan di dalam islam dan meluruskan salah kaprah toleransi yang terjadi saat ini. Dengan penerapan Islam kafah, toleransi menjadi indah menjadi hal yang niscaya terjadi. Moment Nataru tetap dibiarkan berjalan dengan tenang oleh umatnya. Sementara itu, umat Islam juga tetap terjaga akidahnya.

WalLâhu a’lam bi ash-shawâb. []

 

 

Nama

#Berita,4,#Cerpen,2,#hut,2,#Internasional,1,#Kesehatan,1,#Menhan,1,#Olahraga,1,#Opini,148,#Otomotif,1,#Padang,3,#Polri,4,#Teknologi,2,#TNI,7,Anti Korupsi,1,Bank Nagari,2,Batu Sangkar,1,Bela Negara,2,Bencana,1,Bencana alam,1,Berita,170,BNI,1,BNPB,1,BPBD Agam,1,BPBD Sumbar,1,BPJN,1,BRI,5,Cerpen,2,Diktisaintek,1,Diplomasi,1,DPRD Kota Payakumbuh,3,Filupina,1,FKAN Pauh IX,2,Fogging,1,GKMI,1,Go green,1,Grasstrack,1,Hari Armada,1,imporsusu,1,Intan Jaya,1,Internasional,3,Islam,1,Iven Wisata,1,Jabatan,1,Jakarta,11,Jateng,8,Jatim,4,Jawa Tengah,1,JNE,1,Judi Online,1,Kabupaten Limapuluh Kota,11,Kalimantan,3,Kampus,3,kapitalisme,1,Kasad,2,Keagamaan,2,Kementerian Komdigi,1,kepemimpinanIslam,1,Kesehatan DBD,1,Keselamatan,1,Ketahanan pangan,1,khilafah,1,Koarmada,9,Kompetisi,1,Kostrad,2,Kota Payakumbuh,42,Kunjungan,1,Kupang,2,Lanud,1,Lanud Adi Sumarmo,2,Lapas Suliki,1,Lewotobi,1,mahasiswa,3,malang,2,Menembak,2,Menkomdigi,1,Mentan,1,Mentawai,1,Milad,1,MIPI,1,Misi,1,Monas Menjadi Saksi Napak Tilas 1 Dekade Hafizh On The Street,1,Muhammadiyah,1,MUI,1,Mutasi,1,Nagari Simalanggang Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa 2024,1,Nasional,13,Natal,1,NTT,2,Olah raga,3,Opini,408,Opini nusantaranews.net,29,Opino,1,Otomotif,1,Pagaruyung,1,Panglima TNI,3,Papua,14,Pati,5,Patroli,1,Pelayaran,2,pembangunan,1,Pemkab Mentawai,1,Pendidikan,2,Penyelundupan,1,Perbatasan,2,Perguruan Tinggi,1,Pertanian,1,Pessel,1,peternaksusu,1,Pilkada,7,POTRET BURAM PENDIDIKAN SISTEM KAPITALIS SEKULER,1,PPATK,1,presiden,1,Presiden Prabowo,1,Puisi,2,Puisi Nusantaranews,1,Puting beliung,1,PWI,4,Rajab,1,Rektor,1,RS Mitra Bangsa,1,SALATIGA,1,satgas,3,Satgas TNI,6,Sejarah,6,seminar,1,sinergi,1,Solok,35,sorong,1,surabaya,2,Surakarta,2,Sweeping,1,Tanah Datar,4,Teknologi,2,TMP,1,TNI,12,TNI AD,4,TNI AL,4,TNI AU,2,Toleransi,2,UKSW,2,Veteran,1,Wakasad,2,wartawan,1,ziarah,1,
ltr
item
contoh nusantara: Mewujudkan Toleransi Dalam Islam
Mewujudkan Toleransi Dalam Islam
https://nusantaranews.net/wp-content/uploads/2025/01/toleransi-768x384-1-180x130.jpg
contoh nusantara
https://seobost24.blogspot.com/2025/01/mewujudkan-toleransi-dalam-islam.html
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/2025/01/mewujudkan-toleransi-dalam-islam.html
true
6213777001862568329
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content