Oleh Emy
Aktivis Muslimah
Komoditas Jendral Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan bahwa anak-anak di Gaza menghadapi risiko kematian akibat cuaca dingin akibat ketiadaan tempat tinggal yang memadai. Bayi-bayi Gaza meninggal karena kekuranganya tempat perlindungan,”kata Philippe Lazzarini di Platform X pada Jumat malam. (media online republika.id)
Wilayah kantong Palestina itu diblokade secara tidak manusiawi oleh Israel, yang telah melancarkan perang genosida sejak pekan pertama Oktober 2023. Pejabat PBB itu kembali menyerukan gencatan senjata segera dan mendesak agar kebutuhan dasar selama musim dingin diperbolehkan masuk.
Agresi Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 45.400 warga Palestina dan menghancurkan wilayah itu sejak 7 Oktober 2023. Bulan lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pimpinan Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant. Mereka dituduh telah melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga tengah menghadapi gugatan kasus genosida di Mahkamah Internasional, atas tindakannya dalam perang di wilayah kantong Palestina itu.
Gempuran demi gempuran yang dilakukan oleh tentara Israel makin membabi buta, serangan terus digencarkan bangunan tempat ibadah, bahkan Rumah sakitpun diluluh lantakan oleh zionis yahudi. Bukan hanya tentara yang menjadi korban, bahkan para penduduk sipil bahkan anak-anak dan bayi yang masih kecilpun ikut menjadi korban. Bukan hanya terkait perang yang menjadi penderitaan mereka, tetapi cuaca dingin yang sekarang terjadi menambah kemalangan bagi mereka. Tidak adanya selimut untuk melindungi tubuh mungilnya sehingga mengakibatkan mereka menggigil kedinginan, bahkan sampai ada yang meninggal. Semua ini karena kebiadaban zionis Israel, yang tidak memberikan izin untuk mengirimkan bantuan kewilayah kantong Palestina, sehingga keperluan logistik dan lainnya tidak sampai kerakyat Palestina.
Sungguh memprihatinkan penderitaan rakyat Palestina, seakan mereka berteriak Aynal Muslimun! (di mana kaum muslim), sungguh miris bagaimana pertanggungan jawab umat muslim dihadapan Allah Swt kelak? Islam mengajarkan persatuan dan kesatuan, karena sesama muslim diibaratkan satu tubuh bila satu anggota tubuh mengalami sakit maka anggota tubuh lainnya akan merasakan sakit. Oleh sebab itu, ikatan persaudaraan satu akidah seharusnya menjadi motivasi penguasa muslim di Dunia untuk menolong saudara muslim dipalestina, yaitu dengan cara bersatu mengirimkan tentara militer ke Palestina, bukan hanya mengecam dan memboikot produk-produknya saja tetapi harus ada pergerakan nyata.
Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw.: “Orang mukmin terhadap mukmin lainnya tak ubahnya suatu bangunan yaitu satu sama lain saling menguatkan.” (HR. Muslim)
Sudah saatnya, seluruh umat muslim di dunia menguatkan perjuangan mereka agar rakyat Palestina cepat bebas dari cengkraman zionis Yahudi, dan satu-satunya solusi hakiki bagi rakyat Palestina adalah menyerukan tegaknya Daulah khilafah. Dengan demikian perdamaian akan terwujud, jika pemimpin menerapkan syari’at Islam. Berupaya mengerahkan politik dan militer untuk berjihad dijalan Allah Swt. Dengan solusi seperti ini, Insyaallah perdamaian di dunia akan segera terwujud.
Wallahualam bissawab