Oleh : Cahaya Chems (Pegiat Literasi)
Kehidupan pemuda-pemudi di penuhi gaira dan rasa semangat yang menggebu-gebu. Tak terkecuali menjelang pergantian tahun baru. Euforia penyambutan begitu mengharu biru. Seolah tak afdhol apabila tidak memberikan penyambutan dengan meriah. Misalnya saja dengan pembelian pernak-pernik kembang api tujuh rupa, terompet, camilan, lampu-lampu hias dan sebagainya.
Namun dibalik perayaan pergantian tahun baru tersebut, nyatanya ada pemandangan pilu yang seringkali luput dari perhatian kaula muda terutama kaum hawa. Yakni menjamurnya kondom dan seks bebas. Entah sudah menjadi pemandangan lazim pada malam tahun baru. Dijumpai kondom yang berserakan di tempat-tempat tertentu. Miris! Pada akhirnya kaum bernama perempuan yang paling dirugikan.
Di Kota Kendari misalnya, penjualan alat kontrasepsi berupa (kondom) ini, mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal tersebut dijumpai pada Apotek Farma Wua-Wua. Selain itu, masih di lokasi yang sama yakni Indomaret Wua-Wua, penjualan kondom tersebut juga laku keras. Bahkan terbilang lebih tinggi dibandingkan pada tahun lalu. Demikian menurut Hermawati, Kadir Pemilik Apotek Wua-Wua (Telisik.id, 01/01/2025).
Sungguh miris, meningkatnya permintaan alat kontrasepsi berupa (kondom), menunjukkan bagaimana perilaku kawula muda saat ini. Cara pandang yang liberal (serba bebas) yang merupakan rahim dari Kapitalisme yang mengagungkan kehidupan bebas. Dimana menihilkan ajaran agama (baca:Islam) di bawah dalam ranah kehidupan, membuat mereka terjebak pada pergaulan bebas. Tak sedikit pula diantara mereka justru terjebak pada perbuatan seks bebas.
Seolah telah menjadi tradisi, kondom yang seharusnya digunakan untuk pasangan halal yang telah menikah. Namun ironis justru lebih banyak digunakan oleh anak muda, remaja bahkan para pelajar. Yang kita sudah tahu, kondom itu digunakan untuk tujuan apa. Yang bikin miris itu, mereka adalah usia pelajar dan pemuda yang belum menikah. Malah mendapatkan akses dengan sangat mudah berbelanja barang satu ini (baca: kondom). Disisi lain tidak adanya regulasi yang ketat terkait pengaturan batasan usia, atau aturan, hanya pasangan yang sah saja yang boleh dilayani oleh pihak apotek. Agar tujuan penggunaan alat kontrasepsi tersebut tepat tujuan dan tidak disalahgunakan oleh masyarakat. Sayang! hal ini belum menjadi perhatian serius oleh lembaga terkait.
Selain itu, bahkan saking seringnya terjadi tiap tahun, praktek adanya pembelian kondom yang menjamur ini, menyisakan pertanyaan apakah tidak ada perhatian yang serius oleh negara, akan kondisi pemuda-pemudi terhadap nasib masa depan generasi. Bukan tidak mungkin, akibat yang ditimbulkan oleh gaya hidup hedon ini, menyebabkan anak-anak muda sebagai generasi bangsa, akan kehilangan cita-cita mereka di masa depan. Sebab sudah kadung terjebak pada pergaulan dan seks bebas. Imbasnya aborsi akan mengalami peningkatan, khususnya kaum hawa. Tentu hal tersebut, akan makin menyusahkan negara. Padahal negara masih banyak menghadapi berbagai persoalan lainya yang belum teratasi.
Pun masih kurangnya kesadaran kaula muda, terutama kaum muda muslim yang turut merayakan euforia pergantian tahun baru, dengan sekedar latah (ikut-ikutan) merayakan tahun baru yang bukan dari ajaran Islam. Makin ikut menyumbang dan memperparah kasus peningkatan penjualan kondom. Padahal dalam ajaran Islam, kaum muslim hanya dianjurkan untuk merayakan dua hari Raya yakni (Idul Fitri dan Idul Adha).
Alhasil, pergantian tahun baru, sejatinya hanya menjadi ajang memperkeruh suasana pilu dan menjadi tragedi bagi kaum muda muslimin, khususnya muslimah menjadi petaka. Sebab kehormatan mereka terenggut, hanya karena sebuah perayaan tahun baru. Mereka rela melepas kehormatannya, yang seharusnya hal tersebut, hanya diberikan kepada pasangan halal mereka kelak.
Akan berbeda halnya, jika kaula muda yang dalam keseharian mereka diisi dengan aktivitas ngaji dan menuntut ilmu yang bermanfaat. Waktu mereka dihabiskan untuk bermuhasabah terkait dengan aktivitas di masa lalu yang perlu diperbaiki dan dijadikan pelajaran untuk semakin baik kedepannya. Menjadikan momentum pergantian tahun baru sebagai bentuk merenungi kesalahan-kesalahan apa yang telah diperbuat. Lalu menggantinya dengan aktivitas positif yang bermanfaat buat masyarakat banyak.
Misalnya dengan terlibat pada event atau kegiatan sosial, mengajak kaula muda untuk senantiasa ikut produktif di masa mudanya dengan mengikuti event perlombaan ataupun seminar-seminar kepemudaan yang meningkatkan skill dan keterampilan mereka. Hingga bergabung dalam organisasi atau gerakan aktivis lingkungan, maupun aktivitas bermanfaat lainnya yang serupa. Dengan demikian, kehidupan pemuda, tidak muda terjebak pada euforia perayaan tahun baru yang sia-sia apalagi sampai kehilangan kehormatan mereka. Sehingga dengan begitu. Waktu yang dihabiskan oleh pemuda menjadi barakah.
Kabar baiknya Islam telah menuntun agar kehidupan pemuda terkondisikan dalam suasana produktif. Bukan tidak mungkin, apabila ajaran Islam diterapkan kembali secara kaffah dalam semua ranah kehidupan, sebagaimana dulunya. Maka aktivitas-aktivitas kehidupan pemuda seperti diatas dapat dengan mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kita mengenal kaula muda yang dihasilkan oleh Islam begitu luar biasa produktif dan melakukan kegiatan yang positif. Ada Usamah bin Zaid di usianya yang masih belia (18 tahun) sudah diangkat oleh Rasul menjadi Panglima Perang. Kita juga mengenal, Muhammad Al-fatih pada usia (21 tahun) telah menaklukkan kota Konstantinopel. Kota paling terkuat di masanya berhasil takluk di tangan beliau.
Kemudian tokoh wanita hebat seperti Fatimah-Al Fihri, adalah pendiri Universitas Al-Qarawiyyin sebagai Universitas pertama di dunia, berada di Fez Maroko hingga sekarang masih tetap beroperasi. Tidak lupa, juga ada tokoh perempuan hebat Mariam Al-Astrulabi sebagai penemu Astrulabi (kompas) pada masanya. Digunakan untuk mengetahui arah kiblat, menentukan waktu shalat, dan navigasi garis lintang, dan garis bujur. Sehingga berkat penemuan tersebut, beliau menjadi satu-satunya perempuan muslimah yang menjadi penemu astrolabe. Masyaallah!.
Demikianlah kehidupan pemuda dijalankan, semua produktif dan positif berkontribusi untuk kebaikan umat. Kehidupan pemuda tersebut sama sekali tidak terjebak pada perayaan-perayaan yang datang dari barat dan latah ikutan-ikutan sebagaimana kebanyakan pemuda hari ini, yang mudah terjebak pada kehidupan liberalisme. Wallahu’alam