By Ummu Ihsan
Hidup dan kehidupan yang sejatinya adalah rangkaian kehidupan Yang terus bergulir dari masa kemasa, semua problematika hidup itu akan terjadi di kehidupan ini. Salah satu problem prostitusi yang sangat merajalela, hampir di setiap lokawisata di Indonesia ada oknum dan korban pelaku prostitusi, skalanya dari lokal sampai mancanegara. Baru- baru ini berita tentang terbongkarnya bisnis seks Khusus Turis Timur Tengah di Bogor menjadi pembicaraan. Di kutip dari sumber dtk.id/Nzd1dz
Sungguh miris mendengar hal tersebut yang sudah meraja lela. Kali ini di Bogor, termasuk indikasi perdagangan manusia khususnya remaja yang di jajakan untuk melayani turis-turis Timur Tengah. Hal tersebut bisa terjadi karena banyak faktor. Salah satunya untuk bisa mencukupi kebutuhan hidup di tengah kapitalisme, yang semakin sulit mencari lapangan pekerjaan. Hal tersebut tidak akan terjadi jika kesejahteraan masyarakat dijamin oleh negara.
Karena di dalam Islam sangat menjaga kehormatan wanita. Hingga pada masa kekhilafahan Dikisahkan, pada Tahun 837 Masehi, ada seorang budak muslimah yang dilecehkan oleh kaum Romawi. Perempuan ini merupakan keturunan Bani Hasyim. Ketika tengah berbelanja di pasar, budak muslimah ini dilecehkan oleh sekelompok kaum Romawi. Kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya.
Wanita muslimah itu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu’tashim billah dengan kalimat yang legendaris: “Yaa Mu’tashimaah!” yang artinya “Di mana engkau wahai Mu’tashim Billah”.
Kabar ini lantas tersebar dan sampai ke telinga Al-Mu’tashim. Hal ini membuat sang khalifah menerjunkan puluhan ribu pasukannya untuk menyerbu Ammuriah.
Dengan pasukannya ini mereka mengepung Ammuriah selama lima bulan. Pada pertempuran itu, pasukan muslim berhasil membebaskan kota tersebut dari tangan Romawi. Sebanyak 30 ribu tentara Romawi terbunuh dan 30 ribu lainnya dijadikan tawanan.
Al-Mu’tashim mencari laporan tentang wanita yang memanggil namanya itu. Kemudian berkata “Wahai Saudariku, apakah aku telah memenuhi seruanmu atasku?”.
Sang wanita itu pun mengangguk terharu. Beliau lantas memutuskan untuk memerdekakan sang wanita muslimah itu.
Dari kisah di atas kita bisa melihat betapa terhormat nya kedudukan seorang wanita di masa Islam ditegakkan secara kaffah dalam semua aspek kehidupan.
Wallahu A’lam Bisshowwab