By Elga Sari
Aksi mewarnai Demo Mahasiswa di Banyumas yang tolak PPN 12 Persen.
Ratusan Mahasiswa saat melakukan Demonstrasi menolak kebijakan PPN 12 Persen di depan kantor Pemkab Banyumas, mereka membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan: “pajak mencekik, aparat keparat pembunuh Rakyat, Prabowo pembohong!”
Tujuan mahasiswa menolak kebijakan pemerintah dengan di naikkannya pajak 12 Persen di awal tahun baru nanti,
Kebijakan ini jelas akan merugikan masyarakat, karena akan berdampak pada kenaikan harga pangan dan harga kebutuhan yang lainnya.
Imbasnya akan menyulitkan masyarakat kecil dengan ketidak seimbangan penghasilan yang di dapatkan sehari hari.
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan menaikkan PPN 12 Persen berdalih untuk menambah pendapatan negara. Agar negara mengurangi pinjaman uang ke pihak asing. Sudah sangat jelas ini kebijakan yang salah dan kebijakan yang tidak relevan. Justru menjadi pintu gerbang kesengsaraan rakyat. Mengacu pada sistem kapitalisme, apapun kebijakan yang di ambil akan mendzolimi masyarakat. Karena tidak memakai aturan Allah,
Allah SWT berfirman
Sesungguhnya Dosa itu atas orang orang yang berbuat dzolim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. (QS Asy Syuro: 42)
Solusi Islam
Berbeda dengan Islam, dimana negara setiap kebijakannya adalah demi kesejahteraan rakyatnya, negara menggunakan anggaran melalui SDA yang dimilikinya. Negara mengelola SDA untuk kesejahteraan rakyatnya, negara memungut pajak bagi masyarakat yang mampu dan apa bila masyarakat tidak mampu negara akan memberikan bantuan yang di ambil dari Baitul mal itu sendiri.
Dan negara akan menjamin kesejahteraan rakyatnya dengan 3 hal yaitu sandang, papan dan pangan. Begitu pula pemberian pelayanan kesehatan yang gratis, bebas dari biaya pendidikan.
Semua ini hanya ada di negara khilafah.
Yang mana sumber hukum hanya berlandaskan dari Allah SWT.
Wallahu A’lam Bisshowwab