Remaja Tawuran, Bagaimana Nasib Generasi Masa Depan?

 

Oleh Ummu Zhafran

Pegiat Literasi

Baru-baru ini aparat di Kendari mengamankan delapan remaja dan sejumlah senjata tajam (sajam) yang diduga akan digunakan untuk tawuran. Selain sajam berupa katapel dan busur panah juga disita sejumlah botol minuman keras yang diduga telah dikonsumsi sebelumnya. (kendariinfo.com, 8-12-2024)

Patut jadi pertanyaan, ada apa gerangan dengan anak-anak kita? Akankah bibit perkelahian antar remaja ini akan meluas layaknya di Ibukota? Semoga tidak.

Tiada satu pun bisa menyangkal betapa besar potensi yang dimiliki orang muda, baik dari sisi fisik maupun akal pikiran. Maklum bila slogan ‘agent of change’ kerap dilekatkan pada generasi muda. Karena dalam diri mereka, pemikiran dan perbuatan revolusioner idealnya bermula. Masih ingat kutipan dari sosok proklamator negeri ini? “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncang dunia.” Ya, sedahsyat itu memang.

Tetapi, realitas sekarang justru paradoks dengan kondisi di atas. Tawuran baru satu hal yang membajak potensi remaja. Banyak lagi lainnya, seperti narkoba, pergaulan bebas, seks menyimpang serta bullying. Tak ketinggalan pula soal menurunnya kesehatan mental yang akhir-akhir ini jadi primadona masalah pada gen Z. Tak bisa dipungkiri, dengan segudang problem yang membelit dunia anak muda mengakibatkan hilangnya jati diri pada mereka. Banyak yang tak lagi peduli hidup untuk apa selain mengejar materi dan kesenangan semu.

FOMO (Fear of Missing Out) dan YOLO (You Only Live Once) pun mendadak jadi petuah yang digandrungi. Mengikuti tren seolah jadi keharusan. Coba saja hal ini ditanyakan pada yang terlibat tawuran, bisa jadi hanya segelintir yang tahu bagaimana dan mengapa berbuat itu. Miris nian kehidupan anak muda zaman sekarang.

Namun penting diingat, semua itu tak sepenuhnya salah mereka. Pihak orang tua juga tentu berperan penting. Betapa banyak keluarga masa kini yang keberadaan orang tua bagi anaknya bagaikan ada dan tiada. Khusus sosok Ayah, Indonesia menempati peringkat ketiga ‘Fatherless Country’ di dunia. (kompas.id, 23-6-2023) Dengan kata lain, banyak anak di negeri ini yang kehilangan sosok Ayah. Parahnya lagi, tak jarang orang tua melihat anak bagaikan aset yang bila dikelola dengan baik, akan dapat mendulang materi dan popularitas di dunia. Semakin diperparah lagi dengan sikap abai dari masyarakat dan negara.

Salahkan Sekularisme, Islam Solusi

Jika ditelisik lebih jauh, semua keruwetan di atas bermuara pada paham yang memisahkan agama dari kehidupan yang berlaku kini. Ibarat film, sekularisme jelas aktor di belakang layar kehidupan. Akibat paham yang berasal dari Barat tersebut, umat muslim lambat laun kehilangan pedoman hidupnya yang hakiki. Ialah Alquran, yang Rasulullah saw. diutus dengannya. Padahal saat Alquran diabaikan, penghidupan terasa sempit dan masalah bertubi menghampiri.

“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”(QS Thaha:124).

Walau secara lahiriah seseorang hidup mewah dan megah, tapi dalam hati selalu khawatir, bingung, dan gamang. Hidupnya terus-menerus dipenuhi galau dan ragu. Demikianlah gambaran penghidupan yang sempit seperti yang dijelaskan Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya.

Sungguh ilustrasi yang tepat untuk situasi saat ini. Kegamangan yang kerap menghinggapi generasi muda membuat mereka tak lagi mampu berpikir serius. Yaitu berpikir untuk beramal guna meraih tujuan hidup yang hakiki, semata beribadah kepada Allah Swt. Tak heran bila diterpa masalah, mudah terpicu mengambil jalan pintas, seperti tawuran, pengeroyokan hingga bunuh diri.

Padahal idealnya anak diposisikan sebagai amanah dari Sang Maha Pencipta yang harus diurus dan dijaga sebaik-baiknya. Karena penjagaan atas amanah tersebut kelak akan dihisab di hari kemudian. Sudah seharusnya ketiga pihak, yaitu orang tua, lingkungan masyarakat yang di dalamnya terdapat sekolah, hingga negara bersinergi memberikan akses seluasnya untuk memahami Islam agar terbiasa beramal dan berperilaku Shalih. Sudah tentu setelah sebelumnya ditanamkan keimanan yang kokoh akan keberadaan Allah azza wa jalla dan Rasulullah saw. utusan Allah.

Khusus negara, sangat disayangkan bila absen menyadari peran sentralnya terhadap pembentukan generasi masa depan. Yaitu sebagai penjaga dan pelindung generasi dari pengaruh luar yang menyeru pada kebebasan bertingkah laku dan merusak moral. Bila sudah demikian, niscaya tak akan terbersit niat untuk menyediakan akses layanan kontrasepsi pada remaja usia sekolah karena notabene berarti mendukung pergaulan bebas alias zina yang jelas haram hukumnya. Hanya saja untuk dapat melakukan semua itu, negara wajib menerapkan sistem pendidikan yang bersumber dari syariah Islam yang kafah. Wallahua’lam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama

#Berita,4,#Cerpen,2,#hut,2,#Internasional,1,#Kesehatan,1,#Menhan,1,#Olahraga,1,#Opini,148,#Otomotif,1,#Padang,3,#Polri,4,#Teknologi,2,#TNI,7,Anti Korupsi,1,Bank Nagari,2,Batu Sangkar,1,Bela Negara,2,Bencana,1,Bencana alam,1,Berita,170,BNI,1,BNPB,1,BPBD Agam,1,BPBD Sumbar,1,BPJN,1,BRI,5,Cerpen,2,Diktisaintek,1,Diplomasi,1,DPRD Kota Payakumbuh,3,Filupina,1,FKAN Pauh IX,2,Fogging,1,GKMI,1,Go green,1,Grasstrack,1,Hari Armada,1,imporsusu,1,Intan Jaya,1,Internasional,3,Islam,1,Iven Wisata,1,Jabatan,1,Jakarta,11,Jateng,8,Jatim,4,Jawa Tengah,1,JNE,1,Judi Online,1,Kabupaten Limapuluh Kota,11,Kalimantan,3,Kampus,3,kapitalisme,1,Kasad,2,Keagamaan,2,Kementerian Komdigi,1,kepemimpinanIslam,1,Kesehatan DBD,1,Keselamatan,1,Ketahanan pangan,1,khilafah,1,Koarmada,9,Kompetisi,1,Kostrad,2,Kota Payakumbuh,42,Kunjungan,1,Kupang,2,Lanud,1,Lanud Adi Sumarmo,2,Lapas Suliki,1,Lewotobi,1,mahasiswa,3,malang,2,Menembak,2,Menkomdigi,1,Mentan,1,Mentawai,1,Milad,1,MIPI,1,Misi,1,Monas Menjadi Saksi Napak Tilas 1 Dekade Hafizh On The Street,1,Muhammadiyah,1,MUI,1,Mutasi,1,Nagari Simalanggang Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa 2024,1,Nasional,13,Natal,1,NTT,2,Olah raga,3,Opini,408,Opini nusantaranews.net,29,Opino,1,Otomotif,1,Pagaruyung,1,Panglima TNI,3,Papua,14,Pati,5,Patroli,1,Pelayaran,2,pembangunan,1,Pemkab Mentawai,1,Pendidikan,2,Penyelundupan,1,Perbatasan,2,Perguruan Tinggi,1,Pertanian,1,Pessel,1,peternaksusu,1,Pilkada,7,POTRET BURAM PENDIDIKAN SISTEM KAPITALIS SEKULER,1,PPATK,1,presiden,1,Presiden Prabowo,1,Puisi,2,Puisi Nusantaranews,1,Puting beliung,1,PWI,4,Rajab,1,Rektor,1,RS Mitra Bangsa,1,SALATIGA,1,satgas,3,Satgas TNI,6,Sejarah,6,seminar,1,sinergi,1,Solok,35,sorong,1,surabaya,2,Surakarta,2,Sweeping,1,Tanah Datar,4,Teknologi,2,TMP,1,TNI,12,TNI AD,4,TNI AL,4,TNI AU,2,Toleransi,2,UKSW,2,Veteran,1,Wakasad,2,wartawan,1,ziarah,1,
ltr
item
contoh nusantara: Remaja Tawuran, Bagaimana Nasib Generasi Masa Depan?
Remaja Tawuran, Bagaimana Nasib Generasi Masa Depan?
contoh nusantara
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/remaja-tawuran-bagaimana-nasib-generasi.html
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/remaja-tawuran-bagaimana-nasib-generasi.html
true
6213777001862568329
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content