Oleh: Ummu Aqiil
Hari Anak Sedunia atau World Children’s Day diperingati setiap tanggal 20 Nopember setiap tahunnya. Namun peringatan tersebut nyatanya hanya seremonial belaka. Karena faktanya, banyak anak-anak yang hidup di dunia masih mengalami situasi yang tidak mereka inginkan, yang fitrahnya sebagai anak-anak seharusnya mereka dapatkan.
Hari Anak Sedunia yang diinisiasi oleh lembaga internasional di bawah PBB, faktanya hanya kedok untuk menutupi ketidakpedulian mereka atas nasib dan masa depan 2 milyar anak usia 0-15 tahun di seluruh dunia.
Bukti nyata pengkhianatan mereka atas nasib anak tampak pada ketidakpedulian mereka terhadap jiwa anak-anak Palestina. Bukan saja hak untuk bertahan hidup seperti makan, minum, dan kesehatan yang tidak mereka dapatkan. Untuk memiliki ruang hidup bermain layaknya anak-anak saja nyawa mereka telah jadi incaran zionis Yahudi. Hanya karena Zionis Yahudi yang terus menjajah bumi Palestina yang tidak lagi memandang apakah hal tersebut lazim dilakukan layaknya seorang manusia.
Disaat 25 rekomendasi Ucapan Selamat Hari Anak Sedunia 2024 dihadirkan pada artikel, namun anak-anak Palestina tetap tidak menjadi perhatian.
Ragam variasi ucapan Selamat Hari Anak Sedunia pun jadi sorotan untuk dapat diunggah di jadikan status di media sosial pada 20 Nopember 2024.
Salah satu contoh Ucapan Selamat Hari Anak Sedunia diantaranya:
1.”Bumi mengungkapkan kepolosannya melalui senyuman anak-anak. Harapan yang sangat hangat untuk semua anak di hari istimewa ini. Selamat Hari Anak Sedunia”.
2.”Masa termanis dalam hidup seseorang adalah masa kecilnya. Miliki Hari Anak yang sangat bahagia untuk semua anak di dunia. Habiskan hari ini dengan kesenangan tanpa batas”.
Sekelumit variasi ucapan Selamat Hari Anak Sedunia layaknya ditujukan ke seluruh anak-anak dunia. Namun faktanya tidak untuk anak Palestina? Masa kecil yang seharusnya manis layaknya variasi ucapan Selamat Hari Anak Sedunia yang layak di unggah, namun teror bom bardir terus menghantui anak-anak Palestina.
Berapa sudah nyawa anak-anak Palestina terhabisi?
Apakah dunia tidak mengetahuinya?
Tentu saja berita terkait anak-anak Palestina sudah tidak asing.
Betapa banyak anak-anak Palestina yang menjadi korban penjajahan Zionis Yahudi. Bahkan, banyak yang menjadi korban ketika masih dalam kandungan.
Hal tersebut mengungkapkan, bahwa keselamatan anak-anak tidak begitu penting bagi mereka. Karena sistem sekuler kapitalisme telah menjadikan sekat-sekat nasionalisme, sehingga banyak negara cenderung terhadap agenda dan tujuan mereka yang tak lain untuk tetap ada dalam singgasana kekuasaan. Sistem sekuler kapitalisme yang telah memisahkan agama dari ranah kehidupan membuat para pemangku kekuasaan tidak lagi takut peduli dengan aturan agama. Tak terlepas negara yang mayoritas penduduknya muslim.
Sedangkan Islam memandang, anak adalah calon generasi depan dimana mereka harus dilindungi jiwa dan raganya serta diberikan keselamatan serta kesejahteraan dalam menjalani kehidupan. Karena itu negara harus memenuhi hak-hak anak sesuai tuntutan Islam.
Khilafah memiliki mekanisme dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan anak. Setiap jiwa anak akan selalu terlindungi. Pemenuhan kebutuhan hidup yang hakiki juga terealisir, baik itu hak hidup, berkembang, hak nafkah, keamanan, pendidikan, penjagaan nasab, dan lain sebagainya.
Namun, jaminan perlindungan maupun keselamatan anak hanya dapat terwujud ketika ada sebuah sistem yang menaunginya. Hal tersebut hanya didapat jika sistem Islam yaitu Khilafah ditegakkan sebagai basis perlindungan anak yang hakiki.
Wallahu a’lam bish shawab.