Padang – Dinas Pariwisata Kota Padang menggelar pelatihan pembuatan deta selama tiga hari bertempat di mini theater Gedung Youth Center Padang. Kegiatan ini berlangsung sukses dengan melibatkan 45 peserta dari sub sektor kriya ekonomi kreatif (Ekraf).
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia (SDM) pelaku Ekraf di Kota Padang. Dengan keterampilan baru ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan melalui produksi dan penjualan deta yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dalam sambutannya, Welfrida, selaku narasumber utama, menjelaskan bahwa pelatihan bertema “Deta Rancak” ini diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan kreativitas dan inovasi dalam memproduksi deta. “Melalui pelatihan ini, para pelaku Ekraf tidak hanya belajar membuat deta yang indah dan berkualitas, tetapi juga memahami nilai ekonominya. Deta yang diproduksi bisa menjadi produk yang memiliki daya jual tinggi baik di pasar lokal maupun internasional,” ujarnya.
Para peserta diajarkan mulai dari teknik dasar pembuatan deta hingga bagaimana memadukan unsur tradisional dan modern agar produk yang dihasilkan lebih menarik bagi pasar masa kini. Selain itu, mereka juga mendapatkan wawasan tentang strategi pemasaran digital untuk mempromosikan produk mereka.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Padang. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelatihan yang dapat meningkatkan kapasitas pelaku Ekraf sehingga mereka bisa bersaing dan berkembang di era ekonomi digital,” ungkapnya.
Peserta pelatihan mengaku antusias dan merasa mendapat banyak manfaat dari kegiatan ini. “Saya sangat terbantu dengan pelatihan ini, sekarang saya tahu bagaimana membuat deta dengan kualitas tinggi dan strategi untuk memasarkan produk saya,” kata salah satu peserta.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan produk deta dari Kota Padang bisa menjadi ikon baru dalam dunia kriya dan mendatangkan cuan (uang) bagi para pelaku Ekraf. Hal ini sejalan dengan visi Kota Padang untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi daerah.