Masifnya Perang Pemikiran dan Budaya bagi Pemuda

Oleh: Umi Salamah, S.Pd
(Pendidik Generasi)

Rangkaian acara Pekan Kebudayaan Korea resmi dimulai dengan pembukaan meriah di Pantai BSB Balikpapan, Kalimantan Timur (29/11/2024). Direktur Korean Cultural Center Indonesia, Kim Yong Woon, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan persahabatan dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea. Sementara itu, Mutiara Marta Lena, Creative Director Nusa Lumina, menyoroti potensi besar Kalimantan sebagai kawasan dengan hutan tropis terbesar kedua di dunia. Spirit yang dibawa Nusa Lumina adalah harmoni antara kemajuan teknologi dan kebudayaan.

Dengan mendominasi dunia saat ini, kebudayaan Korea perlu dibawa ke Kalimantan untuk mempercepat proses transformasi budaya dan teknologi di sini. Pekan Kebudayaan Korea akan berlangsung hingga 15 Desember 2024 dengan berbagai kegiatan menarik di Nusa Lumina. Acara ini didukung oleh Korean Cultural Center Indonesia, Korea Tourism Organization, Diaspora Korea Kalimantan, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Pariwisata Kota Balikpapan, Nusa Lumina, dan Pantai BSB. Sebelumnya juga ada delegasi dari SMA Nasional KPS yang mewakili Indonesia untuk mempelajari kebudayaan korea di sana pada 20-28 November lalu. Kemudian, dengan adanya pekan kebudayaan korea dianggap bisa menjadi bentuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Kota Balikpapan sebagai kota kreatif dan bersiap mengikuti nominasi kota kreatif dunia versi UNESCO.

Akar Masalah?

Jika dicermati lebih detail, adanya pekan kebudayaan korea menunjukkan betapa masifnya bentuk penjajahan pemikiran (ghazwul tsaqafiy) di tengah masyarakat. Budaya yang sedang dikembangkan bukan modal yang kita butuhkan untuk menjadi negara besar. Masyarakat kita justru sedang diaruskan menjadi objek pasar budaya sekuler liberal, sekaligus lapak bagi produk industri kapitalis lokal dan internasional. Jika dibiarkan berlarut, maka masyarakat akan kehilangan visi hidup dan pegangan moral hingga menjadi masyarakat pembebek dan pragmatis yang minus rasa tanggung jawab, baik terhadap masa depan dirinya, keluarga, masyarakat, negara, apalagi agama.

Masalahnya, semua berangkat dari paradigma penguasa; mulai soal visi, misi, dan fungsinya dalam bernegara. Juga bergantung pula pada bagaimana pandangan mereka menyangkut potensi masyarakat serta tanggung jawab mereka terhadap masyarakat. Sayangnya, dalam sistem pemerintahan yang menjauhkan agama dari kehidupan seperti hari ini, posisi penguasa memang hanya regulator dan wasit saja. Penguasa dan negara tidak punya fungsi mengurus dan menjaga umat sebagaimana diajarkan Islam. Mereka hanya hadir demi melegitimasi kerakusan para pemilik modal.

Sungguh, paradigma penguasa dan pembangunan sekuler kapitalistik telah menjauhkan masyarakat khususnya pemuda dari posisi strategisnya sebagai motor peradaban. Bahkan paradigma ini telah membajak potensi masyarakat untuk kepentingan mengukuhkan penjajahan kapitalisme global, khususnya di dunia Islam. Mereka hanya diarahkan menjadi sekrup mesin pemutar roda industri kapitalis, sekaligus menjadi objek pasar bagi produk yang dihasilkan. Fashion, barang-barang konsumsi, produk hiburan dan permainan, semua dipropagandakan sebagai alat meraih kebahagiaan dan prestasi. Hal ini sejalan dengan pengarusan produk pemikiran yang mengubah mindset masyarakat menjadi kian cinta dunia. Hingga pada saat yang sama hilanglah kecintaan akan agama dan perjuangan membangkitkan umatnya. Padahal dalam konteks perang peradaban yang senyatanya sedang terus berjalan, kondisi ini tentu sangat diharapkan oleh musuh-musuh Islam.

Pandangan Islam?

Oleh karena itu, pemuda harus segera diselamatkan. Namun, berharap pada pemimpin sekuler dan sistem yang diterapkannya yaitu sistem yang menjauhkan kehidupan dengan agama,tentu bukan sistem pilihan. Karena dari keduanya harus bertanggung jawab atas hilangnya kekuatan dan potensi yang ada pada pemuda. Padahal, melalui tangan merekalah peradaban cemerlang diharapkan bisa kembali ke pangkuan umat Islam. Cara yang bisa ditempuh adalah melalui dakwah mengubah mindset tentang hidup dan hakikat Islam sebagai solusi sahih bagi seluruh problem kehidupan. Dengan menyasar semua kelompok masyarakat agar mereka siap menerima Islam dengan penuh keyakinan, sekaligus siap memperjuangkan.

Negara siap memfasilitasi kebutuhan masyarakat dengan benar sesuai syariat Islam. Dengan cara inilah umat akan memiliki daya tolak atas propaganda sesat tentang kehebatan peradaban sekuler liberal. Melalui dakwah pemikiran pula, pola pikir dan pola sikap mereka, makna dan standar kebahagiaan mereka, akan benar-benar diformat ulang. Sehingga yang tadinya sangat profan dan materialistik menjadi kental semangat ruhiyah dan ukhrawiyah. Mindset seperti inilah yang pernah dimiliki umat pada era peradaban emas Islam.

Kepemimpinan Islam yang mampu mendudukan umat dan tanggung jawab hidup mereka sebagai hamba Allah sekaligus khalifah pemakmur alam semesta. Mereka giat beribadah dan terdorong menjadi pribadi yang bermanfaat untuk umat (amar ma’ruf) . Tidak heran jika dari kepemimpinan Islam saat itu lahirlah generasi dari mereka yang mampu tampil sebagai mercusuar peradaban selama belasan abad. Ilmu pengetahuan dan kemajuan material berkembang di tangan kaum beriman. Dibawah pemerintahan Islam (khilafah Islamiyah) terwujudlah Negara sebagai adidaya yang memimpin dunia dan menebar kerahmatan seluruh alam semesta.

Tidakkah kita rindu dengan pemuda yang siap sedia sebagai motor perubahan sekaligus pilar peradaban cemerlang seperti Mush’ab Bin Umair? Jika iya, maka segera selamatkan pemuda dengan dakwah penegakkan Islam kaffah (penerapan hukum islam secara menyeluruh). Jangan biarkan musuh-musuh Islam memenangkan pertarungan hanya karena kita lalai dan malas untuk berjuang mengubah keadaan. Benar bahwa berjuang menegakkan Islam pada era hegemoni peradaban sekuler kapitalisme neoliberal pasti sangat berat dan butuh pengorbanan besar. Namun, Baginda Rasulullah Saw telah mewariskan sebuah jalan perjuangan yang rasional dan sesuai untuk diterapkan sepanjang zaman. Jika jalan ini ditempuh dengan sabar dan istiqomah, dipastikan ujungnya adalah kemenangan. Masalahnya, siapkah kita mengambil jalan ini sebagai pilihan?

Wallahu a’lam bisshowab

Nama

#Berita,4,#Cerpen,2,#hut,2,#Internasional,1,#Kesehatan,1,#Menhan,1,#Olahraga,1,#Opini,148,#Otomotif,1,#Padang,3,#Polri,4,#Teknologi,2,#TNI,7,Anti Korupsi,1,Bank Nagari,2,Batu Sangkar,1,Bela Negara,2,Bencana,1,Bencana alam,1,Berita,170,BNI,1,BNPB,1,BPBD Agam,1,BPBD Sumbar,1,BPJN,1,BRI,5,Cerpen,2,Diktisaintek,1,Diplomasi,1,DPRD Kota Payakumbuh,3,Filupina,1,FKAN Pauh IX,2,Fogging,1,GKMI,1,Go green,1,Grasstrack,1,Hari Armada,1,imporsusu,1,Intan Jaya,1,Internasional,3,Islam,1,Iven Wisata,1,Jabatan,1,Jakarta,11,Jateng,8,Jatim,4,Jawa Tengah,1,JNE,1,Judi Online,1,Kabupaten Limapuluh Kota,11,Kalimantan,3,Kampus,3,kapitalisme,1,Kasad,2,Keagamaan,2,Kementerian Komdigi,1,kepemimpinanIslam,1,Kesehatan DBD,1,Keselamatan,1,Ketahanan pangan,1,khilafah,1,Koarmada,9,Kompetisi,1,Kostrad,2,Kota Payakumbuh,42,Kunjungan,1,Kupang,2,Lanud,1,Lanud Adi Sumarmo,2,Lapas Suliki,1,Lewotobi,1,mahasiswa,3,malang,2,Menembak,2,Menkomdigi,1,Mentan,1,Mentawai,1,Milad,1,MIPI,1,Misi,1,Monas Menjadi Saksi Napak Tilas 1 Dekade Hafizh On The Street,1,Muhammadiyah,1,MUI,1,Mutasi,1,Nagari Simalanggang Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa 2024,1,Nasional,13,Natal,1,NTT,2,Olah raga,3,Opini,408,Opini nusantaranews.net,29,Opino,1,Otomotif,1,Pagaruyung,1,Panglima TNI,3,Papua,14,Pati,5,Patroli,1,Pelayaran,2,pembangunan,1,Pemkab Mentawai,1,Pendidikan,2,Penyelundupan,1,Perbatasan,2,Perguruan Tinggi,1,Pertanian,1,Pessel,1,peternaksusu,1,Pilkada,7,POTRET BURAM PENDIDIKAN SISTEM KAPITALIS SEKULER,1,PPATK,1,presiden,1,Presiden Prabowo,1,Puisi,2,Puisi Nusantaranews,1,Puting beliung,1,PWI,4,Rajab,1,Rektor,1,RS Mitra Bangsa,1,SALATIGA,1,satgas,3,Satgas TNI,6,Sejarah,6,seminar,1,sinergi,1,Solok,35,sorong,1,surabaya,2,Surakarta,2,Sweeping,1,Tanah Datar,4,Teknologi,2,TMP,1,TNI,12,TNI AD,4,TNI AL,4,TNI AU,2,Toleransi,2,UKSW,2,Veteran,1,Wakasad,2,wartawan,1,ziarah,1,
ltr
item
contoh nusantara: Masifnya Perang Pemikiran dan Budaya bagi Pemuda
Masifnya Perang Pemikiran dan Budaya bagi Pemuda
contoh nusantara
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/masifnya-perang-pemikiran-dan-budaya.html
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/masifnya-perang-pemikiran-dan-budaya.html
true
6213777001862568329
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content