Ketercukupan Pangan dalam Sistem Kapitalisme: Hanya Mimpi!

Oleh Ruri R
(Pegiat Dakwah)

Indonesia terkenal dengan lahannya yang subur. Hal ini tentu menjadi kebanggaan dan berkah tak ternilai. Dengan anugerah ini, menjadi jaminan ketersediaan pangan bagi penduduk negeri dan keberlangsungan hidup masyarakat.

Salah satu wilayah penghasil padi terbesar saat ini diproduksi oleh Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Oleh karenanya pemerintah memberikan penghargaan kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ningning Hendasah. Ningning menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menandai keberhasilannya dalam mendukung sektor pertanian.

Adapun produksi yang dihasilkan beberapa kelompok tani diantaranya adalah budidaya organik tanaman hortikultura oleh Kelompok Tani Bumi Mekar Laksana dan budidaya organik tanaman pangan terluas, serta telah melakukan ekspor hasil pertanian di seluruh Jawa Barat yang dikelola Kelompok Tani Gapoktan Organik Sarinah.

Ningning menambahkan pula, bahwa pencapaian ini mencerminkan komitmen Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dan kelompok tani dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan. “Kami berharap Kabupaten Bandung terus menjadi motor penggerak utama pertanian organik di Jawa Barat”, ujarnya di Puteri Gunung Hotel Jalan Raya Tangkubanparahu, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB). (satumedia.id, 28/11/2024)

Masalah Pangan Belum Selesai

Produktivitas padi yang melimpah di Kabupaten Bandung diharapkan bisa didistribusikan ke seluruh pelosok wilayah Jawa Barat sehingga bisa memenuhi kebutuhan pangan di masyarakat. Tapi sayang hal Ini ternyata hanya bisa dilakukan sebatas untuk wilayahnya saja, tidak terdistribusi ke luar Jawa Barat.

Selain itu, fakta lain menunjukkan bahwa produktivitas padi di kabupaten Bandung tidak berkorelasi dengan ketercukupan pangan wilayah tersebut. Sebab data secara nasional menunjukkan bahwa lahan pertanian atau sawah setiap tahun terus berkurang akibat alih fungsi lahan.

Beralihnya fungsi lahan diakibatkan oleh maraknya perubahan penggunaan lahan pertanian ke non pertanian seperti kawasan industri, perkantoran, ataupun perumahan. Hal tersebut dapat membahayakan sumber kebutuhan utama bagi manusia yaitu pangan, sandang, dan pakaian. Selain itu, produksi pangan akan menurun secara nasional, berkurangnya pendapatan para petani yang mengakibatkan kemiskinan, hilangnya pekerjaan, dan hal yang paling utama akan mengakibatkan banjir di mana-mana. Jadi akar persoalannya tidak terletak pada produktivitas terbesar, tetapi pada ketercukupan ketersediaan pangan.

Kapitalisme Biang Kerok Masalah Pangan

Semua bisa terjadi dalam sistem kapitalisme sekuler yang saat ini diterapkan. Tidak dilibatkannya agama sebagai pengatur kehidupan masyarakat membuat permasalahan kerap muncul. Sistem yang membebaskan siapa pun yang memiliki modal besar bisa berkuasa dan boleh membuat kebijakan-kebijakan yang menurutnya baik, padahal tidak untuk rakyat.

Bagaimanapun, sistem kapitalisme sekuler tujuannya hanya mencari keuntungan semata. Mereka menjalankan kebijakan-kebijakan di semua bidang dengan tujuan bisnis, bukan untuk kepentingan masyarakat atau mensejahterakan rakyat.

Dalam pengelolaan pendistribusian padi saat ini melibatkan pihak swasta atau asing, sedangkan negara hanya sebagai regulator saja. Akibatnya, hal tersebut tidak bisa menjangkau masyarakat yang tidak mampu, bahkan mereka memonopoli persediaan pangan dengan menaikkan harga setinggi-tingginya.

Mirisnya, dalam sistem kapitalisme sekuler hanya persoalan produksi yang diperhatikan. Persoalan individu per individu rakyat bisa8 mengaksesnya atau tidak, sama sekali tidak diperhatikan. Seharusnya pemerintah mensolusikan persoalan ini dengan fokus dan serius agar masyarakat semua sejahtera.

Tidaklah heran ketercukupan ketersediaan pangan di sistem kapitalis sekuler ini hanya mimpi. Sebab bukan hanya di Indonesia yang lahan pertanian semakin sempit, tetapi data seluruh dunia menunjukkan demikian. Artinya sistem kapitalis tidak mampu mencegah alih fungsi lahan pertanian.

Pengaturan Pangan Dalam Sistem Islam

Berbeda dengan Islam, pengelolaan pangan akan diatur sedemikian rinci. Melalui penerapan syariat-Nya seorang pemimpin akan bertanggungjawab atas keberlangsungan hidup umatnya, memenuhi semua kebutuhan seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, keamanan dan yang lainnya. Sabda Rasulullah saw.:
“Imam/khalifah adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR. Al-Bukhari)

Penanganan masalah pangan, langkah pertama yang akan dilakukan negara adalah mengelola pendistribusian padi secara mandiri, dan mewujudkan ketahanan pangan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pokok rakyat individu per individu. Menata lahan dan memanfaatkan lahan sebaik-baiknya untuk pertanian serta memastikan pangan terdistribusi pada seluruh rakyat.

Selanjutnya negara menetapkan kebijakan masalah pertanian dan ketersediaan infrastruktur. Dalam sistem ekonomi Islam, tanah tidak boleh dibiarkan menganggur sehingga kondisi tanah mati. Apabila dihidupkan oleh seseorang maka akan menjadi miliknya. Di sisi lain jika seseorang memiliki lahan kosong dan tidak dikelola selama tiga tahun berturut-turut maka lahan itu bisa dimiliki oleh pihak lain yang menggarapnya setelah itu. Dengan demikian akan terjadi ekstensifikasi lahan pertanian yang luas sebab mudahnya seseorang mendapatkan lahan pertanian.

Adapun dalam upaya meningkatkan hasil produksi pertanian, maka negara mengambil langkah dengan jalan intensifikasi. Negara menyerahkan kepada masyarakat untuk mengadopsi teknologi dari manapun yang mau memberikan hasil produksi yang lebih baik dari sebelumnya. Kemudian mengedukasi para petani sehingga memahami teknologi mutakhir untuk meningkatkan hasil pertanian, bahkan negara bisa memberikan bantuan modal kepada rakyat dalam upaya optimalisasi ini.

Demikianlah mekanisme Islam dalam menanggulangi masalah pangan. Semua akan terwujud apabila negeri ini mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. dalam mengatur kehidupan rakyat melalui penerapan syariat-Nya sehingga rakyat sejahtera, aman, tenteram dan mendapatkan keberkahan dari Allah Swt. Maka benar lah bahwa Islam mampu mengendalikan stabilitas pangan secara optimal.

Wallahu ‘alam bishshawab.

Nama

#Berita,4,#Cerpen,2,#hut,2,#Internasional,1,#Kesehatan,1,#Menhan,1,#Olahraga,1,#Opini,148,#Otomotif,1,#Padang,3,#Polri,4,#Teknologi,2,#TNI,7,Anti Korupsi,1,Bank Nagari,2,Batu Sangkar,1,Bela Negara,2,Bencana,1,Bencana alam,1,Berita,170,BNI,1,BNPB,1,BPBD Agam,1,BPBD Sumbar,1,BPJN,1,BRI,5,Cerpen,2,Diktisaintek,1,Diplomasi,1,DPRD Kota Payakumbuh,3,Filupina,1,FKAN Pauh IX,2,Fogging,1,GKMI,1,Go green,1,Grasstrack,1,Hari Armada,1,imporsusu,1,Intan Jaya,1,Internasional,3,Islam,1,Iven Wisata,1,Jabatan,1,Jakarta,11,Jateng,8,Jatim,4,Jawa Tengah,1,JNE,1,Judi Online,1,Kabupaten Limapuluh Kota,11,Kalimantan,3,Kampus,3,kapitalisme,1,Kasad,2,Keagamaan,2,Kementerian Komdigi,1,kepemimpinanIslam,1,Kesehatan DBD,1,Keselamatan,1,Ketahanan pangan,1,khilafah,1,Koarmada,9,Kompetisi,1,Kostrad,2,Kota Payakumbuh,42,Kunjungan,1,Kupang,2,Lanud,1,Lanud Adi Sumarmo,2,Lapas Suliki,1,Lewotobi,1,mahasiswa,3,malang,2,Menembak,2,Menkomdigi,1,Mentan,1,Mentawai,1,Milad,1,MIPI,1,Misi,1,Monas Menjadi Saksi Napak Tilas 1 Dekade Hafizh On The Street,1,Muhammadiyah,1,MUI,1,Mutasi,1,Nagari Simalanggang Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa 2024,1,Nasional,13,Natal,1,NTT,2,Olah raga,3,Opini,408,Opini nusantaranews.net,29,Opino,1,Otomotif,1,Pagaruyung,1,Panglima TNI,3,Papua,14,Pati,5,Patroli,1,Pelayaran,2,pembangunan,1,Pemkab Mentawai,1,Pendidikan,2,Penyelundupan,1,Perbatasan,2,Perguruan Tinggi,1,Pertanian,1,Pessel,1,peternaksusu,1,Pilkada,7,POTRET BURAM PENDIDIKAN SISTEM KAPITALIS SEKULER,1,PPATK,1,presiden,1,Presiden Prabowo,1,Puisi,2,Puisi Nusantaranews,1,Puting beliung,1,PWI,4,Rajab,1,Rektor,1,RS Mitra Bangsa,1,SALATIGA,1,satgas,3,Satgas TNI,6,Sejarah,6,seminar,1,sinergi,1,Solok,35,sorong,1,surabaya,2,Surakarta,2,Sweeping,1,Tanah Datar,4,Teknologi,2,TMP,1,TNI,12,TNI AD,4,TNI AL,4,TNI AU,2,Toleransi,2,UKSW,2,Veteran,1,Wakasad,2,wartawan,1,ziarah,1,
ltr
item
contoh nusantara: Ketercukupan Pangan dalam Sistem Kapitalisme: Hanya Mimpi!
Ketercukupan Pangan dalam Sistem Kapitalisme: Hanya Mimpi!
contoh nusantara
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/ketercukupan-pangan-dalam-sistem.html
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/ketercukupan-pangan-dalam-sistem.html
true
6213777001862568329
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content