Kasus HIV-AIDS Meningkat, Status Darurat?

 

Oleh: Hamsina Ummu Ghaziyah

(Pegiat Literasi)

 

Makassar, kota yang terletak di Sulawesi Selatan ini cukup familiar dikenal oleh banyak orang karena makanan khasnya Coto Makassar. Oleh sebab itu, Makassar tidak hanya disebut sebagai Kota Daeng tetapi juga disebut sebagai Kota Coto yang menjadi lambang ciri khas makanan di kota Sulawesi Selatan tersebut.

 

Namun beberapa waktu lalu, Kota Daeng (Makassar) sempat menjadi sorotan publik bukan karena wisata kulinernya melainkan tingginya angka kasus HIV-AIDS di kota tersebut. Tingginya angka kasus HIV-AIDS di kota Daeng (Makassar) pasalnya mencapai 80 persen itu terhitung selama 2024. Selain Makassar, ada beberapa kota/kabupaten di Sulawesi Selatan yang menjadi tempat penyebaran kasus HIV-AIDS sehingga jika ditotalkan jumlah kasus tersebut menjadi 1463.

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Ishaq Iskandar, melaporkan bahwa jumlah kasus positif HIV sejak Januari hingga September 2024 mencapai 1463. (Tribunnews.com,17/11/2024)

 

Setelah Makassar yang menjadi peringkat teratas menjamurnya HIV-AIDS, di wilayah Sulawesi Selatan lainnya termasuk Kabupaten Gowa menempati urutan kedua dengan 98 kasus positif HIV-AIDS. Kemudian disusul oleh Kota Palopo yang mencatat 75 kasus selama sembilan bulan terakhir. Diperingkat keempat ada Kabupaten Bone dengan 66 kasus positif HIV-AIDS. Terakhir disusul dengan peringkat kelima Kabupaten Toraja Utara dengan 57 kasus positif HIV-AIDS, dan masih ada beberapa kota/kabupaten lainnya yang positif penyebaran HIV-AIDS.

 

Menjamurnya penyebaran HIV-AIDS disejumlah daerah di Sulawesi Selatan tentunya menjadi pusat perhatian bagi semua pihak terutama bagi pemerintah daerah. Dari penelusuran yang didapati terkait faktor risiko, Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan mencatat penyebab utama penularan HIV-AIDS diantaranya seks sesama jenis pria menjadi faktor risiko terbesar dengan 663 kasus. Selain itu, faktor risiko waria tercatat 63 kasus, faktor pasangan 40 kasus , dan pelanggan seks 67 kasus. Sementara itu, 364 kasus yang disebabkan oleh faktor lain.

 

Sementara itu, bedasarkan catatan Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan menurut golongan usia tahun 2005-Mei2023 yang positif terjangkit kasus HIV-AIDS meningkat hampir setiap tahunnya diantaranya banyak terjadi pada golongan usia dewasa akhir dengan kategori usia 25-49 tahun yang terjadi pada tahun 2022. Data ini meningkat pada tahun 2023 dari bulan Januari -Mei dengan persentase tertinggi 57%. Dan kategori usia 15-24 tahun dengan persentase 35% dimana usia ini berisikan anak remaja yang beranjak dewasa. Bukan hanya usia remaja dan dewasa tapi untuk kategori lansia juga memiliki bagian sebesar 5% angka yang cukup rendah jika dibandingkan dengan dua kategori sebelumnya.

 

Melihat tingginya angka kasus HIV-AIDS di Sulawesi Selatan, pemerintah daerah setempat terkhususnya Kota Makassar mencoba melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi tingginya angka kasus HIV-AIDS yang terjadi di wilayah tersebut.

 

Anggota Komisi D DPRD Makassar, Mario David mengungkapkan, kasus HIV-AIDS ini menjadi masalah di kota-kota besar. Legislatif pun mencoba segala cara untuk menanganinya. Salah satu yang diupayakan oleh wakil rakyat ada dengan pembentukan Perda (Peraturan daerah) LGBT. Kini Perda tersebut masih dalam antrean Bapemperda. (Fajar.co.id,27/4/2024)

 

Mario David juga mengatakan, di Indonesia semua agama sepakat bahwa LGBT adalah bentuk penyimpangan dan dilarang. Lebih lanjut, Ia juga menambahkan bahwa penyakit HIV-AIDS dipengaruhi dua faktor antara lain seks bebas dan narkoba.

 

Kita semua sepakat bahwa penularan HIV-AIDS adalah akibat dari hubungan seks bebas. Selain itu, penularannya juga bisa melalui penggunaan napza suntik (narkoba) dan pelakunya tidak hanya dari kalangan orang dewasa bahkan usia remaja pun rentan melakukan seks bebas dan narkoba bahkan hingga usia lansia.

 

Seks bebas hingga seks menyimpang dan narkoba merupakan dampak dari penularan HIV-AIDS. Parahnya dampak demikian menjamur dan menggerogoti kehidupan remaja. Mulai dari seks bebas baik dengan satu pasangan hingga berganti-ganti pasangan adalah pemicu menularnya virus HIV-AIDS ini. Selain itu, orang yang terdampak penyakit seperti herpes, sifilis pun mudah terinfeksi virus HIV-AIDS karena disebabkan oleh adanya luka pada area kelamin.

 

Sayangnya dampak dari penularan HIV-AIDS yang terjadi ditengah-tengah masyarakat saat ini sulit untuk terdeteksi secara keseluruhan. Bagai fenomena gunung es, penularan HIV-AIDS yang diakibatkan dari seks bebas dan narkoba ini hanya sedikit terlihat dipermukaan saja. Namun pada faktanya, banyak masyarakat yang terdampak tertularnya virus HIV-AIDS akibat dari tidak terdeteksinya orang-orang yang positif HIV-AIDS.

 

Dari data Kemenkes per Desember 2022, tecatat ada 526.841 orang yang diduga mengidap HIV. Namun, dari jumlah itu hanya 429.215 orang di antaranya yang sudah terdeteksi dan mengetahui dirinya mengidap HIV. Sedangkan sekitar 100.000 lainnya masih belum terdeteksi. (Kompas.com,8/5/2023)

 

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril dalam konferensi pers virtual, Senin (8/5/2023), mengatakan dari 526.841 orang dengan HIV, ini baru 249.215 yang sudah terdeteksi atau mengetahui status HIV-nya. Jadi sekitar 80 persen. Artinya ada 100.000 orang dari jumlah tadi 526.000 dikurangi 249.000 ini, sekitar 100.000 dengan HIV yang belum terdeteksi dan berpotensi menularkan HIV ke masyarakat lainnya.

 

Penularan virus HIV-AIDS terutama di Sulawesi Selatan di dominasi oleh seks menyimpang, LGBT. Bahkan remaja di usia produktif pun tak luput terinfeksi virus mematikan tersebut. Situasi demikian jelas akan mengancam kehidupan generasi muda, mengingat remaja adalah aset bagi kemajuan bangsa maka seharusnya nasib dan kehidupan mereka harus terjaga dari hal-hal yang merusak.

 

Melihat fakta demikian, haruslah ada upaya untuk memutuskan rantai penularan virus mematikan tersebut. Namun upaya yang dilakukan oleh pemerintah saat ini hanyalah sekedar memberikan edukasi terkait bahaya penularan virus HIV-AIDS kepada masyarakat termasuk generasi muda. Namun, solusi ini bukanlah penyelesaian yang tepat karena pada kenyataannya penularan HIV-AIDS masih menjamur ditengah-tengah masyarakat. Bahkan seks bebas, perilaku penyimpangan dan narkoba masih terjadi dimana-mana baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara transparansi.

 

Hal ini juga karena diperparah dengan adanya kebebasan berperilaku yang dilindungi oleh negara atas nama Hak Asasi Manusia (HAM). Jadi kebebasan ini menjadikan seseorang atau masyarakat bebas melakukan segala hal tanpa memandang halal dan haram. Maka wajar, individu maupun masyarakat kita saat ini rusak kepribadiannya karena tidak hanya diperparah dengan adanya kebebasan berperilaku yang memicu terjadinya seks bebas, perilaku penyimpangan maupun narkoba ini karena didukung dengan sistem Sekularisme liberal yang memisahkan agama dari kehidupan.

 

Oleh karena itu, untuk memutus rantai penyebab penularan HIV-AIDS haruslah dimulai dari perubahan sistem yakni dengan menerapkan syari’at Islam secara kaffah. Sistem ini akan merubah dan menuntun manusia kejalan yang benar dengan melakukan segala aktivitas didasarkan pada syari’at Islam. Dan untuk membangun sebuah peradaban mulia, perubahan tidak cukup hanya melalui individu semata haruslah meliputi segala aspek hingga merubah masyarakat.

 

Maka di dalam Islam terdapat tiga pilar untuk membangun kesempurnaan peradaban mulia tersebut yaitu Islam dengan penerapan syari’at Islam secara kaffah. Pertama membangun ketakwaan individu yang mendorongnya untuk terikat dengan hukum Syara’. Kedua, kontrol masyarakat dengan senantiasa melakukan amar ma’aruf nahi mungkar dan saling bermuhassabah ditengah-tengah mereka. Dan ketiga, penerapan dan pelaksana syari’at Islam oleh negara untuk mengontrol individu dan masyarakat. Selain itu, negara juga akan menerapkan kebijakan tegas dengan menutup segala akses yang memicu terjadinya seks bebas, perilaku penyimpangan dan narkoba.

 

Demikianlah solusi yang ditawarkan dalam Islam untuk memutus mata rantai penyebaran virus HIV-AIDS. Dengan penerapan syari’at Islam secara kaffah melalui pengokohan tiga pilar yakni ketakwaan individu, kontrol masyarakat, dan peran negara sebagai pelaksana hukum-hukum Islam maka akan terciptanya individu dan masyarakat yang Islami yang tentunya akan menjalankan seluruh aturan Islam secara kaffah.

 

Wallahu A’lam Bishshowab

Nama

#Berita,4,#Cerpen,2,#hut,2,#Internasional,1,#Kesehatan,1,#Menhan,1,#Olahraga,1,#Opini,148,#Otomotif,1,#Padang,3,#Polri,4,#Teknologi,2,#TNI,7,Anti Korupsi,1,Bank Nagari,2,Batu Sangkar,1,Bela Negara,2,Bencana,1,Bencana alam,1,Berita,170,BNI,1,BNPB,1,BPBD Agam,1,BPBD Sumbar,1,BPJN,1,BRI,5,Cerpen,2,Diktisaintek,1,Diplomasi,1,DPRD Kota Payakumbuh,3,Filupina,1,FKAN Pauh IX,2,Fogging,1,GKMI,1,Go green,1,Grasstrack,1,Hari Armada,1,imporsusu,1,Intan Jaya,1,Internasional,3,Islam,1,Iven Wisata,1,Jabatan,1,Jakarta,11,Jateng,8,Jatim,4,Jawa Tengah,1,JNE,1,Judi Online,1,Kabupaten Limapuluh Kota,11,Kalimantan,3,Kampus,3,kapitalisme,1,Kasad,2,Keagamaan,2,Kementerian Komdigi,1,kepemimpinanIslam,1,Kesehatan DBD,1,Keselamatan,1,Ketahanan pangan,1,khilafah,1,Koarmada,9,Kompetisi,1,Kostrad,2,Kota Payakumbuh,42,Kunjungan,1,Kupang,2,Lanud,1,Lanud Adi Sumarmo,2,Lapas Suliki,1,Lewotobi,1,mahasiswa,3,malang,2,Menembak,2,Menkomdigi,1,Mentan,1,Mentawai,1,Milad,1,MIPI,1,Misi,1,Monas Menjadi Saksi Napak Tilas 1 Dekade Hafizh On The Street,1,Muhammadiyah,1,MUI,1,Mutasi,1,Nagari Simalanggang Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa 2024,1,Nasional,13,Natal,1,NTT,2,Olah raga,3,Opini,408,Opini nusantaranews.net,29,Opino,1,Otomotif,1,Pagaruyung,1,Panglima TNI,3,Papua,14,Pati,5,Patroli,1,Pelayaran,2,pembangunan,1,Pemkab Mentawai,1,Pendidikan,2,Penyelundupan,1,Perbatasan,2,Perguruan Tinggi,1,Pertanian,1,Pessel,1,peternaksusu,1,Pilkada,7,POTRET BURAM PENDIDIKAN SISTEM KAPITALIS SEKULER,1,PPATK,1,presiden,1,Presiden Prabowo,1,Puisi,2,Puisi Nusantaranews,1,Puting beliung,1,PWI,4,Rajab,1,Rektor,1,RS Mitra Bangsa,1,SALATIGA,1,satgas,3,Satgas TNI,6,Sejarah,6,seminar,1,sinergi,1,Solok,35,sorong,1,surabaya,2,Surakarta,2,Sweeping,1,Tanah Datar,4,Teknologi,2,TMP,1,TNI,12,TNI AD,4,TNI AL,4,TNI AU,2,Toleransi,2,UKSW,2,Veteran,1,Wakasad,2,wartawan,1,ziarah,1,
ltr
item
contoh nusantara: Kasus HIV-AIDS Meningkat, Status Darurat?
Kasus HIV-AIDS Meningkat, Status Darurat?
contoh nusantara
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/kasus-hiv-aids-meningkat-status-darurat.html
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/kasus-hiv-aids-meningkat-status-darurat.html
true
6213777001862568329
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content