Ironi Hari Guru: Kompleksitas Persoalan Guru vs Kualitas Siswa Oleh: Tuti Kurniawati

Ironi Hari Guru: Kompleksitas Persoalan Guru vs Kualitas Siswa

 

Oleh: Tuti Kurniawati

 

Pada peringatan hari guru presiden Prabowo dalam pidatonya mengatakan bahwa guru adalah pahlawan pembangunan dan sebagai pondasi bangsa mencetak generasi untuk Indonesia maju. Tapi ironinya, masih banyak kasus guru yang mencabuli siswanya bahkan hingga menikahinya. Masih banyak pula kasus siswa yang melaporkan kekerasan gurun dan masih banyak lagi kasus lainnya.

 

Dalam sejarah umat manusia, peran guru selalu menjadi pondasi utama dalam membangun masyarakat yang maju. Guru bukan sekadar penyambung ilmu tetapi pembentuk karakter, inspirator dan penjaga nilai nilai moral. Mereka penerang yang membimbing generasi muda menuju masa depan.

 

Di Indonesia sejarah mencatat guru adalah pilar penting dalam membangun masyarakat, namun tantangan di era moderen seperti ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, dan dinamika sosial menuntut guru untuk beradaptasi, bahkan bertransformasi.

 

Guru juga memiliki kompetensi dalam bidang akademik. Guru bukan hanya slogan melainkan visi yang mewujudkan bangsa yang kuat memiliki generasi muda yang berkarakter dan berpikir kritis.

 

Guru harus mampu merangkul orang tua siswa berkolaborasi yang baik. Di tengah derasnya tantangan zaman guru harus menjaga nilai moral, tetapi sekarang tak sedikit siswa yang belum bisa baca di jenjang SMA dan SMP. Siswa yang melakukan seks bebas, tawuran, dan, kurang adab terhadap lingkungannya. Jika sudah seperti ini, siapa yang harus di salahkan, guru ataukah siswa?

 

Penerapan pendidikan sekuler di negeri ini terbukti telah gagal melahirkan generasi yang beriman, bertaqwa dan beradab. Ini semua terjadi karena kurangnya pendidikan agama di sekolah, keluarga, dan lingkungan. Pemerintah telah gagal melindungi remaja dan anak anak dari ancaman kriminal.

 

Dalam pendidikan sekuler fungsi agama diabaikan. akibatnya, siswa terjauhkan dari fitrahnya. Pada dasarnya  fitrah anak adalah Islam. Jika sistem pendidikan sekuler yang diemban, maka akan lahir generasi yang amoral yang mengabaikan perintah dan larangan Allah Swt.

 

Sistem pendidikan sekuler yang menihilkan agama tercermin pada visi misi, kurikulum,dan program metodologi pengajaran hingga indikator input dan output sekolah. Keseluruhan komponen itu dikaitkan dengan orientasi kehidupan duniawi semata.

 

Beda dengan pendidikan sistem Islam memiliki karakteristik yang didasarkan prinsip prinsip ajaran Islam yang tujuan utamanya membentuk kepribadian Islam pada siswa. Dalam pandangan Islam, guru bukanlah sekadar media transfer ilmu pengetahuan, tapi merupakan alat pembentuk kepribadian Islam dan pola pikir Islam.

 

Peran orang tua di tengah keluarga wajib menjalankan fungsi pendidik Islam kepada anak mereka. Sinergitas antara keluarga, guru, dan masyarakat harus ditopang oleh negara dalam melaksanakan pendidikan Islam. Islam telah terbukti mampu melahirkan generasi emas sepanjang peradaban dunia. Di mulai pada masa kepemimpinan Rasulullah saw.

 

Pendidikan Islam di negeri khilafah mengintegrasikan ilmu agama(aqidah, fiqih, dan akhlak) ilmu duniawi (sains, matematika, teknologi) dengan tujuan untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam urusan dunia tetapi memiliki pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan. Wallahu’alam bishawab

Ironi Hari Guru: Kompleksitas Persoalan Guru vs Kualitas Siswa

Oleh: Tuti Kurniawati

Pada peringatan hari guru presiden Prabowo dalam pidatonya mengatakan bahwa guru adalah pahlawan pembangunan dan sebagai pondasi bangsa mencetak generasi untuk Indonesia maju. Tapi ironinya, masih banyak kasus guru yang mencabuli siswanya bahkan hingga menikahinya. Masih banyak pula kasus siswa yang melaporkan kekerasan gurun dan masih banyak lagi kasus lainnya.

Dalam sejarah umat manusia, peran guru selalu menjadi pondasi utama dalam membangun masyarakat yang maju. Guru bukan sekadar penyambung ilmu tetapi pembentuk karakter, inspirator dan penjaga nilai nilai moral. Mereka penerang yang membimbing generasi muda menuju masa depan.

Di Indonesia sejarah mencatat guru adalah pilar penting dalam membangun masyarakat, namun tantangan di era moderen seperti ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, dan dinamika sosial menuntut guru untuk beradaptasi, bahkan bertransformasi.

Guru juga memiliki kompetensi dalam bidang akademik. Guru bukan hanya slogan melainkan visi yang mewujudkan bangsa yang kuat memiliki generasi muda yang berkarakter dan berpikir kritis.

Guru harus mampu merangkul orang tua siswa berkolaborasi yang baik. Di tengah derasnya tantangan zaman guru harus menjaga nilai moral, tetapi sekarang tak sedikit siswa yang belum bisa baca di jenjang SMA dan SMP. Siswa yang melakukan seks bebas, tawuran, dan, kurang adab terhadap lingkungannya. Jika sudah seperti ini, siapa yang harus di salahkan, guru ataukah siswa?

Penerapan pendidikan sekuler di negeri ini terbukti telah gagal melahirkan generasi yang beriman, bertaqwa dan beradab. Ini semua terjadi karena kurangnya pendidikan agama di sekolah, keluarga, dan lingkungan. Pemerintah telah gagal melindungi remaja dan anak anak dari ancaman kriminal.

Dalam pendidikan sekuler fungsi agama diabaikan. akibatnya, siswa terjauhkan dari fitrahnya. Pada dasarnya fitrah anak adalah Islam. Jika sistem pendidikan sekuler yang diemban, maka akan lahir generasi yang amoral yang mengabaikan perintah dan larangan Allah Swt.

Sistem pendidikan sekuler yang menihilkan agama tercermin pada visi misi, kurikulum,dan program metodologi pengajaran hingga indikator input dan output sekolah. Keseluruhan komponen itu dikaitkan dengan orientasi kehidupan duniawi semata.

Beda dengan pendidikan sistem Islam memiliki karakteristik yang didasarkan prinsip prinsip ajaran Islam yang tujuan utamanya membentuk kepribadian Islam pada siswa. Dalam pandangan Islam, guru bukanlah sekadar media transfer ilmu pengetahuan, tapi merupakan alat pembentuk kepribadian Islam dan pola pikir Islam.

Peran orang tua di tengah keluarga wajib menjalankan fungsi pendidik Islam kepada anak mereka. Sinergitas antara keluarga, guru, dan masyarakat harus ditopang oleh negara dalam melaksanakan pendidikan Islam. Islam telah terbukti mampu melahirkan generasi emas sepanjang peradaban dunia. Di mulai pada masa kepemimpinan Rasulullah saw.

Pendidikan Islam di negeri khilafah mengintegrasikan ilmu agama(aqidah, fiqih, dan akhlak) ilmu duniawi (sains, matematika, teknologi) dengan tujuan untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam urusan dunia tetapi memiliki pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan. Wallahu’alam bishawab

Nama

#Berita,4,#Cerpen,2,#hut,2,#Internasional,1,#Kesehatan,1,#Menhan,1,#Olahraga,1,#Opini,148,#Otomotif,1,#Padang,3,#Polri,4,#Teknologi,2,#TNI,7,Anti Korupsi,1,Bank Nagari,2,Batu Sangkar,1,Bela Negara,2,Bencana,1,Bencana alam,1,Berita,170,BNI,1,BNPB,1,BPBD Agam,1,BPBD Sumbar,1,BPJN,1,BRI,5,Cerpen,2,Diktisaintek,1,Diplomasi,1,DPRD Kota Payakumbuh,3,Filupina,1,FKAN Pauh IX,2,Fogging,1,GKMI,1,Go green,1,Grasstrack,1,Hari Armada,1,imporsusu,1,Intan Jaya,1,Internasional,3,Islam,1,Iven Wisata,1,Jabatan,1,Jakarta,11,Jateng,8,Jatim,4,Jawa Tengah,1,JNE,1,Judi Online,1,Kabupaten Limapuluh Kota,11,Kalimantan,3,Kampus,3,kapitalisme,1,Kasad,2,Keagamaan,2,Kementerian Komdigi,1,kepemimpinanIslam,1,Kesehatan DBD,1,Keselamatan,1,Ketahanan pangan,1,khilafah,1,Koarmada,9,Kompetisi,1,Kostrad,2,Kota Payakumbuh,42,Kunjungan,1,Kupang,2,Lanud,1,Lanud Adi Sumarmo,2,Lapas Suliki,1,Lewotobi,1,mahasiswa,3,malang,2,Menembak,2,Menkomdigi,1,Mentan,1,Mentawai,1,Milad,1,MIPI,1,Misi,1,Monas Menjadi Saksi Napak Tilas 1 Dekade Hafizh On The Street,1,Muhammadiyah,1,MUI,1,Mutasi,1,Nagari Simalanggang Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa 2024,1,Nasional,13,Natal,1,NTT,2,Olah raga,3,Opini,408,Opini nusantaranews.net,29,Opino,1,Otomotif,1,Pagaruyung,1,Panglima TNI,3,Papua,14,Pati,5,Patroli,1,Pelayaran,2,pembangunan,1,Pemkab Mentawai,1,Pendidikan,2,Penyelundupan,1,Perbatasan,2,Perguruan Tinggi,1,Pertanian,1,Pessel,1,peternaksusu,1,Pilkada,7,POTRET BURAM PENDIDIKAN SISTEM KAPITALIS SEKULER,1,PPATK,1,presiden,1,Presiden Prabowo,1,Puisi,2,Puisi Nusantaranews,1,Puting beliung,1,PWI,4,Rajab,1,Rektor,1,RS Mitra Bangsa,1,SALATIGA,1,satgas,3,Satgas TNI,6,Sejarah,6,seminar,1,sinergi,1,Solok,35,sorong,1,surabaya,2,Surakarta,2,Sweeping,1,Tanah Datar,4,Teknologi,2,TMP,1,TNI,12,TNI AD,4,TNI AL,4,TNI AU,2,Toleransi,2,UKSW,2,Veteran,1,Wakasad,2,wartawan,1,ziarah,1,
ltr
item
contoh nusantara: Ironi Hari Guru: Kompleksitas Persoalan Guru vs Kualitas Siswa Oleh: Tuti Kurniawati
Ironi Hari Guru: Kompleksitas Persoalan Guru vs Kualitas Siswa Oleh: Tuti Kurniawati
contoh nusantara
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/ironi-hari-guru-kompleksitas-persoalan.html
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/ironi-hari-guru-kompleksitas-persoalan.html
true
6213777001862568329
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content