Oleh Rahma
Untuk yang kesekian kalinya kasus anak membunuh orang tuanya sendiri telah terjadi.
Seorang anak usia 14 th dengan sadis menghabisi nyawa ayah dan neneknya di Jl. Lebak bulus Cilandak Jakarta Selatan.
Ibu yang melahirkan dia juga tak luput dari tikaman senjata tajam yang dibawanya. Tapi beruntung sang ibu masih bisa menyelamatkan diri dan meminta bantuan para tetangganya.
Motif pembunuhan sedang diselidiki oleh pihak berwajib.
Generasi Rusak dalam Sistem Sekuler Kapitalis
Peristiwa miris ini merupakan bukti rapuhnya keluarga muslim dan betapa rusaknya generasi muslim saat ini.
Hal tersebut terjadi karena terkait dengan sistem hari ini yang merusak fitrah manusia, termasuk mengubah karakter masyarakat menjadi masyarakat yang terbiasa melakukan kekerasan. Kondisi ini diperparah dengan negara yang tidak menjalankan fungsinya termasuk dalam menyelenggarakan sistem pendidikan yang memiliki visi membina kepribadian dan menjaga kesehatan mental generasi.
Sistem sekulerisme telah melahirkan generasi yang jauh dari iman.
Sehingga sulit bagi mereka untuk mengontrol emosinya yang tidak stabil.
Generasi akan lemah dalam menghadapi permasalahan dan meraskan hampa dalam jiwanya.
Ditambah lagi dengan sistem kapitalisme yang menjunjung tinggi materi diatas segalanya. Anak akan menuntut untuk dipenuhi segala kebutuhannya.
Yang semakin membuat anak durhaka pada orang tua.
Tidak ada pemahaman bahwa mereka sebenarnya mempunyai kewajiban birrul walidain.
Hasil dari sistem sekulerisme dalam pendidikan saat ini juga belum sepenuhnya bisa membentuk karakter anak yang berbakti pada orang tua dan taat pada Allah SWT.
Sistem sekulerisme yang memisahkan kehidupan dari agama akan merusak jati diri anak.
Kehidupan bebas tanpa ada batasan akan dilakukan karena mereka tidak memahami bahwa kelak segala perilaku mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.
Sistem Islam Membentuk Kepribadian Anak yang Berakhlak Mulia
Dalam Islam Allah melarang anak berbuat durhaka kepada orangtua.
Sebagaimana Allah berfirman :
” Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu wahai sekalian manusia jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “uff” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
( QS. Al Isra 17:23 ).
Dalam sistem Islam seorang pemimpin adalah raa’in, yang bertanggung jawab atas rakyatnya termasuk membangun generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab terhadap pembentukan kepribadian umat.
Kepemimpinan Islam memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi cemerlang yang berkualitas, melalui penerapan berbagai sistem kehidupan sesuai dengan Islam.
Kepemimpinan ini mengharuskan negara membangun sistem pendidikan yang berasas akidah Islam dan menghasilkan generasi yang beriman dan bertakwa, menguasai iptek, berjiwa pemimpin.
Sistem Islam akan membentuk anak dengan kepribadian Islam yang mana dalam melakukan segala sesuatu standar mereka adalah halal dan haram.
Dalam Islam keharmonisan dalam rumah tangga juga akan dijalin dan terjaga dengan saling menasehati dalam kebaikan.
Dari segala upaya tersebut jika masih ditemukan kasus ada anak yang durhaka maka negara akan memberikan sanksi yang bisa membuat efek jera bagi para pelakunya.
Dengan diterapkan sistem Islam bukan hanya membentuk karakter anak yang berbakti pada orang tua tapi telah terbukti sepanjang sejarah penerapan sistem Islam telah lahir banyak sosok ilmuwan yang juga menguasai ilmu agama dan optimal berkiprah dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Wallahu a’lam bishawab