Dikepung Bencana, Siapa yang Salah?

Oleh : Solihati, S.Kom.

 (Aktivis Muslimah)

Diujung 2024 berbagai bencana datang menghampiri. Dilansir dari media online detik.com, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah kabupaten Sukabumi menyebabkan sungai Cimandiri meluap dan merendam puluhan rumah. Proses evakuasi dilakukan warga secara mandiri bersama para relawan. Sepuluh orang dikabarkan meninggal, dua orang dikabarkan hilang. Wakil Mentri PU menuturkan hal itu terjadi akibat pendangkalan sungai akibat sedimentasi. Beliau juga menyampaikan bahwa hal itu juga akibat dari hutan yang sudah gundul. Karena intensitas air hujan tinggi maka terjadi akumulasi air yang tidak terbendung. Oleh karena itu pemerintah sukabumi menetapkan status tanggap darurat guna mengatasi dampak dari bencana tersebut. Agar penanganan bencana bisa segera dilakukan dengan terstruktur.

 

Bencana yang serupa juga terjadi di pagelaran, pandegelang Banten seperti dilansir kumparan.com. Luapan sungai cilemer mengakibatkan banjir yang menerjang pemukiman warga dan membuat jembatan putus. Lebih dari 200 warga harus mengungsi ke posko darurat. Akses jalan dibantu dengan perahu karena ketinggian air mencapai 2 meter lebih.

 

Sedangkan di Cianjur terjadi bencana banjir, longsor dan pergerakan tanah sebanyak 3098 unit rumah dikabarkan rusak seperti dilansir beritasatu.com. Sedangkan jumlah pengungsi terus bertambah menjadi 4061 jiwa dan 1309 keluarga. Selain itu tercatat juga kerusakan sejumlah infrastuktur dan fasilitas umum seperti ruas jalan raya sebanyak 315 ruas, 41 jembatan, saluran irigasi dan tempat ibadah. Hal itu menyebabkan sejumlah akses jalan terputus. Lebih dari itu bencana banjir, pergeseran tanah dan longsor juga menyebabkan 3 warga menjadi korban.

 

Selain itu juga tercatat beberapa bencana di wilayah lain seperti banjir di Jember Jawa Timur dan juga kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Beberapa wilayah lain juga diperingatkan oleh BMKG untuk waspada dikarenakan berpotensi juga mengalami banjir. (cncbindonesia.com)

 

Bencana-bencana tersebut mengepung Indonesia seolah-olah tiada henti. Sepanjang 2024 ini BNPB mencatat terdapat 1880 bencana di Indonesia. Banjir merupakan bencana alam yang paling banyak terjadi yakni 938 kejadian, disusul bencana alam cuaca ekstrim, kekeringan dan gempa bumi (Data Indonesia.com).

 

Bencana-bencana tersebut selain dipengaruhi faktor alam juga terjadi akibat ulah tangan manusia. Sebut saja bencana banjir yang terjadi karena ulah manusia. Kebiasaan masyarakat yang membuang sampah ke aliran air, membuang sampah sembarangan, deforestasi hutan, menutup daerah resapan menjadi pemukiman atau area industri menjadi penyebab dari banjir. Belum lagi penyempitan volume sungai karena penggunaan lahan di sisinya. Hal tersebut memicu datangnya banjir saat musim hujan. Begitu juga dengan bencana longsor juga terjadi akibat ulah manusia.

 

Dilansir dari U.S. Geological Survey, pembangunan jalan dan struktur tanpa kemiringan memadai, perubahan ola drainase air, dan tidak ditanggulanginya tanah longsor lama dapat menyebabkan bencana longsor. Selain hal tersebut, deforestasi atau penggundulan hutan juga dapat menimbulkan longsor. Karena tanpa adanya akar pohon, tanah tidak mampu menyerap banyak air sehingga menimbulkan longsor. Dari dua contoh bencana itu saja dapat kita ketahui dari sisi agama bahwa ketika kehidupan tidak diatur dengan syariat islam maka banyak terjadi pelanggaran yang menyebabkan kerusakan sebut saja eksploitasi alam, deforestasi hutan dll.

 

Sistem kapitalis sekuler meniscayakan adanya kesenjangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan, apalagi jika tujuannya hanya didominasi faktor mencari keuntungan. Eksploitasi hutan tanpa henti yang mengubah fungsi hutan menjadi komoditas yang menghasilkan puing-puing rupiah. Penguasa yang lahir dari sistem ini pun adalah penguasa yang abai terhadap urusan umat dan lebih tunduk kepada para pemilik modal. Hal ini bisa kita saksikan misalnya dari UU Cipta Kerja yang memudahkan perizinan hutan terutama yang bermodal dan berkuasa untuk mengajukan perizinan berusaha di kawasan hutan. Pemanfaatan hutan lindung juga semakin tak terproteksi juga hilangnya AMDAL sebagai gerbang terakhir penyelamatan lingkungan.

 

Dalam sistem Islam pembangunan selain ditujukan untuk memenuhi kebutuhan umat juga dituntut untuk melestarikan lingkungan. Adanya jaminan pemenuhan kebutuhan umat dalam aspek ekonomi tidak boleh mengabaikan aspek penjagaan lingkungan, karena keduanya merupakan bagian dari pengurusan negara terhadap rakyatnya. Dalam surat Al A’raf ayat 56 Allah SWT berfirman, “dan janganlah kamu membuat kerusakan setelah (Allah) memperbaikinya”.

 

Sedangkan dalam aspek bencana, penguasa dalam sistem islam dituntut untuk melakukan pencegahan dan menghindarkan rakyatnya dari resiko dan dampak bencana dengan menerapkan syariat yang menetapkan aturan dan kebijakan yang tidak merusak lingkungan. Sebagaimana dalam surat Al Baqarah ayat 11 Allah berfirman, “Dan apabila dikatakan kepada mereka, “janganlah berbuat kerusakan di bumi, “mereka menjawab, “sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.”

 

Begitu juga dalam Surat Ar Rum ayat 41 Allah berfirman Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar.

 

Paradigma ini menuntut para penguasa dalam sistem Islam untuk membuat kebijakan lingkungan berdasarkan syariat islam, tentunya didukung dengan kebijakan-kebijakan lain yang mendukung terlaksananya hal tersebut. Termasuk penataan lingkungan berdasarkan strategi politik islam yang menjamin kesejahteraan rakyat. Juga persiapan mitigasi yang sigap jika terjadi bencana, sistem logistik dan juga sistem kesehatan. Hal itu tentu harus dibackup oleh sistem keuangan yang handal. Yang ditopang oleh pemasukan negara yang besar dari SDA misalnya. Bukan dari APBN yang berbasis hutang riba.Semua itu terwujud jika negara menggunakan aturan yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah dalam bingkai Khilafah. Khilafah akan menjadi junnah dan ra’in bagi rakat agar bisa hidup sejahtera dengan ridho Allah SWT. Wallahu’alam bi shawab.

Nama

#Berita,4,#Cerpen,2,#hut,2,#Internasional,1,#Kesehatan,1,#Menhan,1,#Olahraga,1,#Opini,148,#Otomotif,1,#Padang,3,#Polri,4,#Teknologi,2,#TNI,7,Anti Korupsi,1,Bank Nagari,2,Batu Sangkar,1,Bela Negara,2,Bencana,1,Bencana alam,1,Berita,170,BNI,1,BNPB,1,BPBD Agam,1,BPBD Sumbar,1,BPJN,1,BRI,5,Cerpen,2,Diktisaintek,1,Diplomasi,1,DPRD Kota Payakumbuh,3,Filupina,1,FKAN Pauh IX,2,Fogging,1,GKMI,1,Go green,1,Grasstrack,1,Hari Armada,1,imporsusu,1,Intan Jaya,1,Internasional,3,Islam,1,Iven Wisata,1,Jabatan,1,Jakarta,11,Jateng,8,Jatim,4,Jawa Tengah,1,JNE,1,Judi Online,1,Kabupaten Limapuluh Kota,11,Kalimantan,3,Kampus,3,kapitalisme,1,Kasad,2,Keagamaan,2,Kementerian Komdigi,1,kepemimpinanIslam,1,Kesehatan DBD,1,Keselamatan,1,Ketahanan pangan,1,khilafah,1,Koarmada,9,Kompetisi,1,Kostrad,2,Kota Payakumbuh,42,Kunjungan,1,Kupang,2,Lanud,1,Lanud Adi Sumarmo,2,Lapas Suliki,1,Lewotobi,1,mahasiswa,3,malang,2,Menembak,2,Menkomdigi,1,Mentan,1,Mentawai,1,Milad,1,MIPI,1,Misi,1,Monas Menjadi Saksi Napak Tilas 1 Dekade Hafizh On The Street,1,Muhammadiyah,1,MUI,1,Mutasi,1,Nagari Simalanggang Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa 2024,1,Nasional,13,Natal,1,NTT,2,Olah raga,3,Opini,408,Opini nusantaranews.net,29,Opino,1,Otomotif,1,Pagaruyung,1,Panglima TNI,3,Papua,14,Pati,5,Patroli,1,Pelayaran,2,pembangunan,1,Pemkab Mentawai,1,Pendidikan,2,Penyelundupan,1,Perbatasan,2,Perguruan Tinggi,1,Pertanian,1,Pessel,1,peternaksusu,1,Pilkada,7,POTRET BURAM PENDIDIKAN SISTEM KAPITALIS SEKULER,1,PPATK,1,presiden,1,Presiden Prabowo,1,Puisi,2,Puisi Nusantaranews,1,Puting beliung,1,PWI,4,Rajab,1,Rektor,1,RS Mitra Bangsa,1,SALATIGA,1,satgas,3,Satgas TNI,6,Sejarah,6,seminar,1,sinergi,1,Solok,35,sorong,1,surabaya,2,Surakarta,2,Sweeping,1,Tanah Datar,4,Teknologi,2,TMP,1,TNI,12,TNI AD,4,TNI AL,4,TNI AU,2,Toleransi,2,UKSW,2,Veteran,1,Wakasad,2,wartawan,1,ziarah,1,
ltr
item
contoh nusantara: Dikepung Bencana, Siapa yang Salah?
Dikepung Bencana, Siapa yang Salah?
contoh nusantara
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/dikepung-bencana-siapa-yang-salah.html
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/dikepung-bencana-siapa-yang-salah.html
true
6213777001862568329
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content