Bercanda Boleh, Menyakiti Jangan!

Oleh Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Allah berfirman Al-Qur’an surat At Taubah ayat 65,

وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ اِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَلْعَبُۗ قُلْ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوْلِهٖ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْنَ

“Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, mereka pasti akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”.

Subhanallah, ayat ini adalah peringatan. Peringatan agar tak menyepelekan perilaku. Peringatan agar tak semena-mena dalam berbuat.

Belum lama, telah viral sebuah kisah yang cukup membuat jagad raya ini ramai. Bagaimana tidak, seseorang yang dianggap guru umat, yang dianggap ulama, telah melontarkan kata-kata yang selayaknya tidak perlu keluar dari lisannya. Namun, sayang beribu sayang, bagai pisau menghunus dada, kata itu telah menembus sanubari manusia. Dengan alasan hanya bercanda, permintaan maaf pun disiarkan di media.

Memang, manusia, sekalipun dia dianggap ulama, bisa saja khilaf dalam perbuatannya karena dia bukan malaikat bukan pula seorang nabi. Namun, bisa kah perbuatan ini ditolerir dengan tetapnya perbuatan tersebut di kemudian hari? Tentu tidak. Islam tidak memperkenankan perilaku manusia slebor sesukanya. Berbicara tanpa rem yang jelas. Berbuat tanpa batas yang tegas.

Bercanda Jangan Menyakiti

Sesungguhnya bercanda (Al mizaah) bisa menjadi hiburan dan obat mujarab untuk menghilangkan tekanan. Sayangnya, saat ini seringkali  bercanda dilakukan sampai melewati batas, bahkan terkesan membuat seseorang menyakiti orang yang lainnya.

Dalam Islam, bercanda merupakan hal yang boleh saja dilakukan. Rasulullah Saw. pun pernah melakukannya. Dalam beberapa riwayat hadits, disebutkan bahwa Rasulullah beberapa kali bercanda dengan istri, keluarga, dan para sahabatnya.

Diriwayatkan dari Al-Hasan RA, dia berkata, seorang nenek tua mendatangi Nabi SAW. Nenek itu berkata,

”Wahai Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke dalam surga!’ Nabi pun menjawab: ”Sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek tua.” Nenek tua itu pun pergi sambil menangis. Nabi berkata, “Kabarkanlah kepadanya bahwa wanita tersebut tidak akan masuk surga dalam keadaan seperti nenek tua.”  Rasulullah lalu membaca Surat Al Waqi’ah ayat 36-37,

فَجَعَلۡنٰهُنَّ اَبۡكَارًاۙ‏ ٣٦ عُرُبًا اَتۡرَابًاۙ‏ ٣٧

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung. Lalu Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Yang penuh cinta lagi sebaya umurnya.”

Nash ini telah menunjukkan bahwa Rasulullah Saw.  telah memberikan teladan ketika bersenda gurau. Beberapa adab sangat diperhatikan agar candaan ini bisa menuai pahala dan keberkahan, bukan malah menyakiti diri dan hati seseorang. Bercanda boleh saja dilakukan, Islam tidak melarang. Namun bercanda bukanlah perilaku bebas yang membuat orang lain lemas tersentak merasa terhina dan dihinakan.

Sekularisme Biang Bebasnya Berkata-kata 

Sejatinya bercanda itu mubah. Hanya saja, canda yang diperbolehkan adalah yang bersih dari segala sesuatu yang dilarang agama sebagaimana perkataan Imam Ibnu Hajar Al Asqalani.

Sayangnya saat sekulerisme kapitalis membuat seseorang sangat individualis dalam memutuskan akan berbuat apa, agama dinomorduakan atau bahkan dipinggirkan. Sekaliber “ulama” yang diulamakan umat pun, dalam sistem saat ini bisa sembarang berkata-kata atau melempar canda yang tak elok dipandang mata, tak menyenangkan didengar telinga, bahkan sampai menyakiti rasa manusia. Lisan terbebas seakan tiada batas.

Paradigma Islam Tentang Bercanda

Islam dengan segala kerigidannya tak membuat ranah abu-abu. Seluruh perbuatan diatur dengan sejelas-jelasnya, bahkan terkait bercanda.

Bercanda dalam bahasa Arab menurut Al Jailani didefinisikan sebagai  berbicara secara ramah dan menciptakan kegembiraan terhadap orang lain. “Canda (gurauan) dalam bahasa Arab disebut mizaah atau mumaazahah. Al Jailani dalam Syarah Al Adabul Mufrod mendefinisikan canda adalah berbicara secara ramah dan menciptakan kegembiraan terhadap orang lain. (Ath Thahthawi, Senyum dan Tangis Rasulullah, hlm. 116)

Imam Nawawi dalam kitabnya Al Adzkar An Nawawiyyah halaman 279 yang menyatakan hukum bercanda adalah mubah bahkan bisa sunnah jika bertujuan merealisasikan kebaikan. “Hukum bercanda menurut Imam Nawawi dalam kitabnya Al Adzkar An Nawawiyyah adalah mubah (diperbolehkan syariah). Bahkan dalam kitab tersebut Imam Nawawi mengatakan bercanda yang hukum asalnya mubah, dapat menjadi sunnah jika bertujuan untuk merealisasikan kebaikan, atau untuk menghibur  lawan bicara, atau untuk mencairkan suasana,”

Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari Juz X, halaman 257 yang mengatakan candaan yang bersih dari segala yang dilarang dalam agama hukumnya mubah dan dapat menjadi mustahab (sunnah) jika bertepatan dengan suatu kemaslahatan. “Sejalan dengan pendapat Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar Al Asqalani mengatakan, ’Candaan yang bersih dari segala yang dilarang dalam agama hukumnya mubah. Apabila bertepatan dengan suatu kemaslahatan seperti menghibur lawan bicara atau mencairkan suasana, maka hukumnya mustahab (sunnah)”.

Demikian pula pada hadis Nabi SAW riwayat Tirmidzi yang berbicara kebenaran meski dalam candaan. “Dalil bolehnya bercanda adalah hadits-hadits Nabi SAW. Di antaranya dari Abu Hurairah RA, bahwa para shahabat pernah bertanya kepada Nabi SAW, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya Anda telah mencandai kami.’ Nabi SAW menjawab, ‘Sesungguhnya tidaklah aku berbicara, kecuali yang benar’.”

Dengan nash-nash di atas, jelaslah bahwa bercanda memiliki aturan. Ada adab yang harus diperhatikan. Syarat-syarat atau batasan kebolehan bercanda yang ada dalam Al-Qur’an harus menjadi rem yang kuat agar tidak mudah melempar kata. Batasan-batasan kebolehan bercanda tersebut  antara lain,

1. Tidak mengolok-olok atau mempermainkan ajaran Islam. (QS At Taubah: 65-66)

2. Tidak mengejek atau menyakiti perasaan orang lain. (QS Al Hujurat: 11)

3. Tidak mengandung kebohongan. (QS Al Ahzab: 70-71)

4. Tdak mengandung ghibah (menggunjing) orang lain. (QS Hujurat: 12)

5. Tidak mengandung kecabulan (rafats) seperti canda-canda yang porno. (QS Al Baqarah : 197) dan  tidak melampaui batas, yakni tidak melalaikan suatu kewajiban atau menjerumuskan kepada suatu keharaman. Lihat ‘Aadil bin Muhammad Al ‘Abdul ‘Aal, Pemuda dan Canda, hlm. 38-44)

Demikianlah, betapa Islam tidak membiarkan seseorang terjun bebas dalam kehinaan karena perkataannya. Tidak membiarkan manusia menghancurkan dirinya karena bercandanya telah menghancurkan hati seseorang. Tidak akan membiarkan karena lisannya telah menyeret seseorang ke dalam api neraka.

Wallaahu a’laam bisshawaab.

Nama

#Berita,4,#Cerpen,2,#hut,2,#Internasional,1,#Kesehatan,1,#Menhan,1,#Olahraga,1,#Opini,148,#Otomotif,1,#Padang,3,#Polri,4,#Teknologi,2,#TNI,7,Anti Korupsi,1,Bank Nagari,2,Batu Sangkar,1,Bela Negara,2,Bencana,1,Bencana alam,1,Berita,170,BNI,1,BNPB,1,BPBD Agam,1,BPBD Sumbar,1,BPJN,1,BRI,5,Cerpen,2,Diktisaintek,1,Diplomasi,1,DPRD Kota Payakumbuh,3,Filupina,1,FKAN Pauh IX,2,Fogging,1,GKMI,1,Go green,1,Grasstrack,1,Hari Armada,1,imporsusu,1,Intan Jaya,1,Internasional,3,Islam,1,Iven Wisata,1,Jabatan,1,Jakarta,11,Jateng,8,Jatim,4,Jawa Tengah,1,JNE,1,Judi Online,1,Kabupaten Limapuluh Kota,11,Kalimantan,3,Kampus,3,kapitalisme,1,Kasad,2,Keagamaan,2,Kementerian Komdigi,1,kepemimpinanIslam,1,Kesehatan DBD,1,Keselamatan,1,Ketahanan pangan,1,khilafah,1,Koarmada,9,Kompetisi,1,Kostrad,2,Kota Payakumbuh,42,Kunjungan,1,Kupang,2,Lanud,1,Lanud Adi Sumarmo,2,Lapas Suliki,1,Lewotobi,1,mahasiswa,3,malang,2,Menembak,2,Menkomdigi,1,Mentan,1,Mentawai,1,Milad,1,MIPI,1,Misi,1,Monas Menjadi Saksi Napak Tilas 1 Dekade Hafizh On The Street,1,Muhammadiyah,1,MUI,1,Mutasi,1,Nagari Simalanggang Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa 2024,1,Nasional,13,Natal,1,NTT,2,Olah raga,3,Opini,408,Opini nusantaranews.net,29,Opino,1,Otomotif,1,Pagaruyung,1,Panglima TNI,3,Papua,14,Pati,5,Patroli,1,Pelayaran,2,pembangunan,1,Pemkab Mentawai,1,Pendidikan,2,Penyelundupan,1,Perbatasan,2,Perguruan Tinggi,1,Pertanian,1,Pessel,1,peternaksusu,1,Pilkada,7,POTRET BURAM PENDIDIKAN SISTEM KAPITALIS SEKULER,1,PPATK,1,presiden,1,Presiden Prabowo,1,Puisi,2,Puisi Nusantaranews,1,Puting beliung,1,PWI,4,Rajab,1,Rektor,1,RS Mitra Bangsa,1,SALATIGA,1,satgas,3,Satgas TNI,6,Sejarah,6,seminar,1,sinergi,1,Solok,35,sorong,1,surabaya,2,Surakarta,2,Sweeping,1,Tanah Datar,4,Teknologi,2,TMP,1,TNI,12,TNI AD,4,TNI AL,4,TNI AU,2,Toleransi,2,UKSW,2,Veteran,1,Wakasad,2,wartawan,1,ziarah,1,
ltr
item
contoh nusantara: Bercanda Boleh, Menyakiti Jangan!
Bercanda Boleh, Menyakiti Jangan!
contoh nusantara
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/bercanda-boleh-menyakiti-jangan.html
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/2024/12/bercanda-boleh-menyakiti-jangan.html
true
6213777001862568329
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content