Oleh: Feby Arfanti (Mahasiswi STAI Baubau)
Dalam beberapa pekan terakhir terjadi bencana di berbagai daerah, adapun titik bencana tersebut ada di Sukabumi dengan bencana banjir, mengakibatkan meluapnya sungai Cimandiri, terhitung dari bencana tersebut memakan korban jiwa dengan jumlah 10 orang dari berbagai tempat di sekitarnya. (detikJabar. 8/12/2024). Selain itu, banjir juga melanda Pandeglang, Banten. Banjir ini terjadi akibat meluapnya sungai cilemer, hingga merendam permukiman warga setinggi 1-2,5 meter.(kumparan NEWS. 5/12/2024).
Bencana alam tidak hanya terjadi secara natural atau berasal dari faktor alam, tetapi juga bisa disebabkan oleh ulah perbuatan tangan manusia. Salah satunya, sebut saja bencana banjir. Perilaku buang sampah sembarangan, penebangan hutan yang berlebihan, hingga pembangunan di wilayah resapan air menjadi penyebab hadirnya bencana banjir, yang otomatis menimbulkan banyak kerugian.
Selain banjir, bencana alam gempa bumi yang kelihatannya hanya bisa terjadi karena pergerakan alami alam, nyatanya juga bisa terjadi karena ulah tangan manusia. Menurut data di situs Induced Earthquakes, gempa bumi dapat disebabkan oleh aktivitas pertambangan yang dilakukan manusia. Dalam aktivitas pertambangan, pengerukan material dari dalam tanah dilakukan, hingga akhirnya sisa-sisa pengerukan tanah tersebut mencemari beberapa sungai yang ada di sekitar tambang, akibat ulah pertambangan yang seperti ini juga merusak mata pencaharian masyarakat dan juga bisa memicu keruntuhan yang dapat menyebabkan gempa bumi.
Allah SWT berfirman:
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)
Hingga hari ini ayat tersebut telah terbukti secara ilmiah. Hutan yang digunduli, pembakaran bahan bakar fosil yang berlebihan, berkurangnya daerah resapan air, itu semua adalah perbuatan manusia yang menyebabkan terjadinya bencana alam. Akibat gaya hidup yang terlalu berlebihan hingga mengharuskan mereka mengeksploitasi alam, demi kepentingan mereka sendiri.
Dan bencana alam juga terjadi karena banyaknya pelaku-pelaku maksiat. Yang dimana dosa itu sendiri udah di anggap wajar di kalangan khalayak umum. Yang kini menjamur di kalangan generasi muda menunjukkan adanya pewajaran terhadap dosa-dosa zina. Bahkan, di masa ini mereka yang melakukan hal tersebut tidak merasa malu, justru segelintir di antaranya merasa bangga. Hingga pada pelanggaran-pelanggaran syariat yang di mana tidak di jalankan secara benar atau sama sekali tidak di terapkan
Seperti pada Penggalan Al-Quran surah Al-An’am ayat 6 yang berbunyi “..dan Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri..” menunjukkan bahwa bencana yang terjadi pada suatu kaum disebabkan oleh menumpuknya dosa-dosa yang dilakukan oleh manusia.
Juga dalam (QS. Al-Furqan: 36-37):
“Kemudian Kami berfirman kepada keduanya: “Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami”. Maka Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya. Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih.”
Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah Swt akan menjatuhkan bencana, bisa dalam bentuk apa pun, kepada umat manusia yang mengingkari agama beserta utusan-Nya.
Untuk itu saatnya kita bermuhasabah diri, dan bertobat dengan berupaya agar syariat segera tegak di bawah kepemimpinan Islam. Kepemimpinan Islam akan membangun tanpa merusak hingga bencana dapat diminimalisir. Negara berperan sebagai raa’in dan junnah sehingga rakyat sejahtera penuh berkah.
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Artinya:”Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.”(QS. Al-A’raf: 96)
Jadi dengan menjalankan syariat-syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari membawa pada keberkahan yang asalnya dari langit dan bumi dan jika sebaliknya kita hidup tanpa aturan Allah SWT, juga membiarkan pelaku maksiat bertebaran di mana-mana dan dosa para pemimpin yang tidak membawa kepada keadilan dan kesejahteraan maka Allah SWT akan menimpakan azab yang pedih.
Wallahu’alam bish-shawwab.