Oleh Ndarie Rahardjo
Aktivis Dakwah
Akhir penghujung tahun 2024 ini, telah terjadi sekian kali peristiwa bencana alam yang tersebar di wilayah Indonesia. Bencana alam terbesar kali ini terjadi di wilayah Cianjur, salah satu wilayah di Jawa Barat. Tercatat ada 27 titik bencana alam telah terjadi di daerah tersebut. Mulai dari tanah longsor, banjir bandang, hingga gempa susulan. (CNNIndonesia, 7/12/2024)
Rentetan bencana ini menjadi peringatan keras bagi kita semua, baik sebagai individu, masyarakat dan pemerintahnya. Muncul pertanyaan mendasar: mengapa bencana ini terjadi? Namun, tentu saja yang lebih penting adalah bagaimana solusinya agar dapat menyelesaikan masalah secara tuntas tanpa menimbulkan masalah baru.
Penyebab Terjadinya Bencana Alam
Faktor penyebab bencana alam, dapat dikategorikan menjadi dua kelompok utama: faktor alam dan faktor manusia.
1. Faktor Alam.
Faktor ini berkaitan dengan fenomena alam yang terjadi secara alami, seperti: aktivitas tektonik, aktivitas vulkanik, perubahan iklim dan cuaca ekstrim, keadaan geologis tanah dan fenomena alam lainnya.
2. Faktor Manusia.
Aktivitas manusia yang tidak memperhatikan keseimbangan lingkungan dapat memicu bencana atau memperparah dampaknya, seperti:
• Penggundulan Hutan: Deforestasi menyebabkan hilangnya penahan tanah, yang memicu longsor atau banjir.
• Eksploitasi Alam Berlebihan: Penambangan tanpa pengelolaan yang baik menyebabkan kerusakan ekosistem.
• Urbanisasi Tanpa Perencanaan: Pembangunan di daerah rawan bencana seperti tepi sungai atau lereng bukit meningkatkan risiko.
• Polusi Lingkungan: Emisi gas rumah kaca mempercepat perubahan iklim, yang memicu cuaca ekstrem.
• Pengelolaan Air yang Buruk: Penyumbatan saluran air atau pengalihan sungai dapat menyebabkan banjir.
• Pemanasan Global: Aktivitas manusia seperti penggunaan bahan bakar fosil meningkatkan suhu bumi, menyebabkan mencairnya es di kutub dan kenaikan permukaan laut.
3. Faktor Kombinasi.
Kadang-kadang bencana dipengaruhi oleh gabungan faktor alam dan manusia. Contohnya:
• Banjir Bandang: Disebabkan oleh hujan lebat (faktor alam) dan aliran sungai yang tersumbat sampah (faktor manusia).
• Tanah Longsor: Dipicu oleh hujan deras (faktor alam) dan penggundulan hutan (faktor manusia).
Dengan memahami berbagai faktor tersebut, diharapkan dapat mengambil langkah mitigasi yang lebih cepat dan efektif untuk mengurangi dampak bencana yang serius dan dengan adanya musibah semua pihak bisa muhasabah secara kolektif dan berbenah menjadi lebih baik.
Solusi Islam untuk Mengatasi Bencana
Penting untuk kita semua memahami apa yang terjadi adalah sunatullah, sehingga kita bisa mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut bahwa bencana alam tidak hanya dipandang sebagai fenomena natural belaka, namun juga sebagai bagian dari ujian dan pengingat dari Allah SWT. Oleh karena itu, pendekatan Islam mencakup aspek spiritual, sosial, dan praktis untuk meminimalisir kerugian akibat bencana alam.
Pendekatan Islam dalam mengatasi bencana alam secara komprehensif dapat dilakukan dengan:
1. Pemahaman akidah, keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas izin Allah, sehingga semua pihak dapat introspeksi terhadap sikap dan perbuatannya sebelum terjadinya bencana. Dengan meningkatkan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, diharapkan rahmat Allah melimpah sehingga bencana dapat diminimalisir.
2. Menjaga keseimbangan alam dan kelestarian alam, dan tidak berlebihan dalam memanfaatkan sumber daya alam dengan mengeksploitasi alam.
3. Menghindari potensi kerugian yang lebih besar, dengan perencanaan tata ruang yang baik dan mitigasi bencana seperti membangun sistem peringatan dini, pelatihan evakuasi, hingga menyiapkan dana darurat bencana.
4. Menumbuhkan solidaritas sosial dengan menolong sesama ditengah bencana yang dialami, baik berupa materi maupun non materi seperti recovery mental para korban bencana.
5. Melakukan amar makruf nahi munkar dengan cara mengedukasi dan kesadaran lingkungan, bahwa sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam dan memanfaat sumber daya alam dengan bijak bukan mengeksploitasi.
Penutup
Ketika kehidupan ini tidak diatur dengan syariat Allah, maka akan tampak kerusakan di atas bumi ini. Kesalahan pengelolaan dan kerakusan manusia adalah faktor terbesar penyumbang dampak bencana alam.
Islam memberikan solusi komprehensif yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga spiritual dan sosial. Dengan menerapkan ajaran Islam secara keseluruhan, mulai dari menjaga lingkungan, membangun solidaritas, hingga meningkatkan ketaatan kepada Allah, umat dapat meminimalisir dampak bencana alam.
Kolaborasi dengan Semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan komunitas lingkungan harus bergandengan tangan dengan kerja sama yang erat, serta pentingnya introspeksi/ kesadaran kolektif agar solusi jangka panjang bisa terwujud.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya menjadi pedoman hidup individu, tetapi juga solusi untuk membangun masyarakat yang tangguh menghadapi tantangan zaman.
Waallahualam bissawab.