Bencana Alam di Banyak Tempat, Ulah Siapa?.
Oleh: Sapna (Pegiat Literasi)
Akhir-akhir ini berita mengenai bencana alam memenuhi beranda sosial media kita. Berbagai wilayah di Indonesia sudah terkena oleh bencana alam seperti longsor, pergeseran tanah maupun banjir yang telah menghanyutkan perumahan warga bahkan tak jarang sampai menelan korban jiwa.
Dilasir dari Detikjabar pada (8/12/2024). Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dilanda bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga pergerakan tanah. Hujan yang terus mengguyur wilayah kabupaten Sukabumi selama dua hari berturut-turut mengakibatkan meluapnya Sungai Cimandiri hingga akhirnya terjadi banjir yang menenggelamkan perumahan warga. Sampai saat ini tercatat 10 orang telah meninggal dunia dan dua orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi merupakan banjir terparah dalam sepuluh tahun terakhir, hal ini disampaikan langsung oleh Plh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jawa Barat, Anne Hermadianne. Anne juga menambahkan bahwa bencana banjir yang terjadi di wilyah Kabupaten Sukabumi disebapkan karena banyaknya alih fungsi lahan, oleh sebap itu pentingnnya intropeksi diri dari semua pihak terkait pemanfaatan lahan dan alam (Kompas, 6/12/2024).
Tidak bisa dipungkiri bahwa bencana alam bukan hanya terjadi secara alamiah tetapi disebapkan juga ulah perbuatan tangan manusia. Dalam sitem sekuler-kapitalisme manusia akan selalu didorong untuk memiliki sifat tamak demi mendapakan materi sebanyak-banyaknya, sekalipun itu akan merusakan alam. Kerusakan alam yang diakibatkan oleh orang-orang tamak ini membuat masyarakat semakin menderita.
Ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah yang katanya pro rakyat, nyatanya mendukung para kapital (pemilik modal) sehingga membuat mereka lebih leluasa untuk mengeksploitasi sumber daya alam.
Allah Swt. berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah nyata kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan Allah Swt).” (TQS ar-Rum [30]: 41)
Bencana alam yang telah terjadi adalah bukti nyata bahwa rusaknya penerapan sitem saat ini.
Sudah saatnya umat meninggal sistem sekuler kapitalisme kemudian beralih pada aturan yang sohih yaitu Syariat Islam yang berada dalam naungan Khilafah Islamiyah. Penerapan syariat Islam secara Kaffah akan menjamin keamanan seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan lahah atau tanah, sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Wallahu’alam