Oleh: Nur Laily
(Aktivis Muslimah)
Tahun ajaran baru 2025 tinggal beberapa bulan lagi. Kemungkinan perubahan Kurikulum Merdeka akan di ganti menjadi Kurikulum Deeplearning. Seiring perjalanan panjang pendidikan di Indonesia, ganti menteri pendidikan hampir selalu mengindikasikan ganti kurikulum, inilah persepsi rakyat.
Dilansir dari media online MELINTAS.ID, Perbincangan mengenai kemungkinan perubahan Kurikulum Merdeka menjadi Kurikulum Deeplearning semakin gencar terdengar, menyusul pernyataan terbaru dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
Rencana ini menandai niat pemerintah untuk mengevaluasi Kurikulum Merdeka dan mengarahkan pendidikan menuju pendekatan baru yang lebih dalam dan berpusat pada keterlibatan siswa secara aktif.
Kurikulum Deep Learning sendiri dimaksudkan untuk memperdalam pemahaman siswa dengan metode yang mengajak mereka tidak hanya memahami materi, tetapi juga menghayatinya melalui pendekatan Mindful Learning, Meaningfull Learning, dan Joyful Learning.
Isu perubahan Kurikulum kini menyebar setelah Mentri Pendidikan Dasar dan Menengah, bahwa akan memerapkan Deeplearning. Meski beliau mengatakan bahwa Deeplearning bukanlah Kurikulum. Namun metode dan perubahan Kurikulum akan di gunakan pada tahun ajara baru.
Apakah dengan berbagai perubahan dalam Sistem Pendidikan Nasional selama ini, bisa mencetak generasi Beriman, Bertaqwah dan trampil sebagaimana tujuan Pendidikan?
Karena siapapun Mentri dan sebagus apa programnya, tak akan berpengaruh signifikan terhadap perubahan, jika tidak ada kejelasan visi dan misi Pendidikan yang diterapkan oleh Negara. Ditambah Negara tetap dengan asas Sekuler Kapitalis yang memisahkan Agama dari Kehidupan, yang tak akan pernah menghasilkan generasi yang tangguh dan unggul. Inilah potret generasi hari ini yang minim adab, yang liberal dan tindak kriminal meninggkat.
Penerapan Sistem pendidikan sekuler kapitalis di negeri ini terbukti telah gagal. Bedah jauh dengan Sistem pendidikan Islam.
Dalam Sistem pendidikan Islam berasaskan akidah Islam yang visi dan misisnya jelas, kurikulumnya bertujuan membentuk generasi emas yang berkepribadian Islam dan ilmunya bermanfaat untuk kemaslahatan umat. Mereka memiliki pola pikir dan pola sikap yang islami.
Dalam sistem pendidikan Islam, pemahamam agama sangat penting di samping penguasaan terhadap sains dan teknologi bagi peserta didik.
Generasi adalah kunci masa depan negara. Maka negara akan berupaya semaksimal mungkin untuk mempersiapkan masa depan yang baik, melalui sistem pendidikan yang baik dan berkualitas.
Terbukti selama 13 abad Islam berhasil memimpin dunia. Islam dengan aturannya yang sempurna berhasil mencetak generasi yang berkualitas. Seperti pada masa Khilafaan Bani Abbasiyah, umat Islam mencapai puncak kejayaan dalam berbagai bidang. Semua ini terjadi karena perhatian yang besar dari khalifah terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Khalifah Al Ma’mun melakukan penerjemahan buku-buku asing dang mendirikan baitul hikmah yang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan.
Sejarah panjang peradaban Islam telah memberikan bukti nyata akan keunggulan Sistem Pendidikan Islam, yang diterapkan negara yang menerapkan Islam kaffah.