Ananda lahir di Bandung, 09 Maret 2010. Al, (pen) memanggilnya. Bukan Al-Ghazali yang di dumay yaa, ini bukan sembarang Al hehe. Namun Al yang pasti lebih shalih dari yang di dunia maya. (Intermezzo dari pen, agar Al tersenyum sebelum menyelesaikan membaca ceritanya). Ananda, memiliki hobi main bola, sebetulnya, hobi apa pun asal tidak untuk bermaksiat tidak mengapa, bahkan ketika bertemu dengan para penyuka bola, bisa menjadi ladang dakwah pula.
Al bercita-cita ingin menjadi ahlul Qur’an yang hafal 30 juz sekaligus mampu mengamalkannya. Saat ini, Al pun sekolah di MPU (Mutiara Peradaban Umat) salah satu mata pelajarannya adalah ilmu tajwid, belajar dari sumbernya langsung, yakni dari Kitab Muqaddimah Al-Jazariyyah. Matannya dihafalkan, kandungannya dipahami, agar mampu menerapkan dalam pengamalannya.
Al, lahir dari keluarga para pengemban dakwah Islam kaffah, insyaAllah, untuk pengamalan ilmu yang ia dapatkan akan lebih mudah, karena didampingi oleh ayah bunda yang shalih/ah. Pilihan sekolah di MPU pun insyaallah pilihan terbaik untuk masa depannya kelak.
Ayah bunda, kami bangga pada ananda, ketika (pen) bertanya, perihal pelajaran di MPU, ananda mengungkapkan, bahwa ia senang dengan semua pelajaran. Termasuk guru-guru yang mengajarkannya, menurutnya, “seru.” Alhamdulillah barakallah shalih💞. Semoga, selama antum di MPU, mampu menyerap ilmu dengan baik, untuk bekal dalam menjalani kehidupan.
Ananda Al, salah satu siswa MPU yang menjaga adab pada guru-gurunya. Di bawah ini, merupakan beberapa adab terhadap guru, yang mana, ananda sudah berupaya mengamalkan sebaik mungkin.
Cara menghormati guru di sekolah;
1. Memberi Salam saat Berpapasan
Cara menghormati guru di sekolah yang pertama adalah dengan memberi salam saat berpapasan.
Cara ini dilakukan sebagai bentuk hormat kepada guru dan juga wujud dari rasa sopan kepada orang yang lebih tua.
Memberikan salam pada guru saat berpapasan bisa dengan menyebut nama guru, mengangguk, hingga tersenyum pada guru.
Terkadang anak-anak merasa ragu atau malu saat berpapasan dengan gurunya, sehingga yang terjadi adalah anak membuang muka atau langsung berlari ketika bertemu gurunya.
Namun, tidak demikian dengan ananda Al. Ketika bertemu guru, ia selalu tersenyum, mengangguk, sedikit membungkuk, mengucapkan salam dan meminta bersalaman. Lengkap sudah, masyaAllah, semoga istiqamah.
2. Selalu Memperhatikan dan Mendengarkan Guru saat Mengajar
Cara menghormati guru di sekolah yang lainnya dengan memperhatikan dan mendengarkan guru saat mengajar.
Tak sedikit ada anak yang tidak memperhatikan gurunya saat sedang belajar dan malah bermain game atau mengobrol. Di MPU tidak demikian, karena ananda tidak diperkenankan membawa handphone. Selain harus mengurangi interaksi dengan gadget, juga tidak sopan jika siswa diperbolehkan membawa handphone ke sekolah.
Tindakan tersebut kurang terpuji sehingga bisa menyakiti hati guru yang telah bersusah payah untuk mengajarkan dan menjelaskan pelajaran kepada muridnya.
Dengan memperhatikan dan mendengarkan guru saat belajar, anak tidak hanya bersikap sopan tapi juga bisa menyerap pelajaran yang diajarkan lebih baik.
3. Menaati Perintah Guru
Tak hanya di rumah, anak-anak juga kerap membangkang saat sedang berada di sekolah dengan tidak menaati perintah dari gurunya.
Kedudukan guru di sekolah ini menyamai kedudukan orang tua di rumah.
Jadi, sudah sepatutnya kalau anak menuruti perkataan guru saat berada di sekolah.
Alhamdulillah ananda Al adalah siswa yang patuh pada guru, dan menghormati guru-gurunya.
4. Tidak Memotong Pembicaraan Guru
Cara lainnya yang bisa dilakukan untuk menghormati guru di sekolah dengan tidak memotong pembicaraan guru.
Saat guru sedang menjelaskan atau mengajar di kelas, jangan pernah menyela perkataannya karena hal ini dianggap kurang sopan dan tidak menghargai guru.
Biarkan guru menyelesaikan penjelasannya saat mengajar terlebih dahulu.
Baru setelah selesai menjelaskan, anak bisa berbicara kepada guru.
Sopannya, anak harus mengangkat tangan terlebih dahulu dan menunggu untuk dipersilahkan berbicara oleh gurunya.
Demikian pula di MPU, ananda diajarkan bagaimana idzin terlebih dahulu, ketika hendak berbicara atau hendak ke kamar mandi.
5. Langsung Meminta Maaf saat Melakukan Kesalahan
Layaknya manusia pada umumnya, anak-anak kerap kali melakukan kesalahan di sekolah.
Jika anak melakukan kesalahan di sekolah, terutama kepada gurunya, ajarkan anak untuk langsung meminta maaf.
Hal ini tidak hanya membuat anak menghormati guru sekolah, tapi juga membuat anak bisa mengakui kesalahannya dan tahu mana yang benar atau tidak.
Al pun pernah bercanda pada (pen), namun ia sadar, bahwa itu salah, Al segera meminta maaf atas candaan tersebut. Masyaallah tabarakallah.
6. Menunjukkan Rasa Terima Kasih
Cara menghormati guru lainnya yakni dengan senantiasa menunjukkan rasa terima kasih pada mereka.
Rasa terima kasih dapat menunjukkan penghargaan dan pengakuan atas upaya dan dedikasi guru dalam memberikan pendidikan dan bimbingan kepada murid-muridnya.
Mengucapkan terima kasih juga dapat memperkuat hubungan antara guru dan murid serta menciptakan lingkungan belajar yang positif.
Begitu pula dengan Al, ia mudah berterima kasih ketika merasa dipermudah urusan orang guru, atau di apresiasi, bahkan ketika mendapat perhatian guru.
MasyaAllah tabarakallah…
Rancaekek, 27 November 2024
Storytelling
By Ummu Aisyah