Islam Menjamin Keamanan Pangan

Oleh D Budiarti Saputri
Tenaga Kesehatan

Makanan dan jajanan anak makin beragam. Kecanggihan teknologi dan kemudahan akses informasi saat ini menyebabkan banyak jajanan dan makanan viral berasal dari luar negeri. Banyaknya makanan impor terkadang membuat keberadaannya kurang terawasi dari segi keamannya. Salah satunya jajanan viral seperti latiao. Makanan ringan khas negeri tirai bambu ini viral di media sosial dan digemari oleh anak-anak. Sayanganya, makanan ini justru membawa bencana bagi anak-anak, seperti keracunan.

Seperti yang belum lama ini terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, jajanan La Tiao asal China ditarik dari pasaran oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI karena menjadi penyebab KLBKP (Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan). Wilayah tersebut diantaranya adalah Lampung, Sukabumi, Wonosobo, Tangerang Selatan, Pamekasan, hingga Riau. Adapun korban keracunan mayoritas anak-anak yang sekolah dasar. Uji laboratorium pun dilakukan. Hasilnya, ada empat jenis La Tiao yang terdeteksi mengandung bakteri bacillus cereus. Bakteri itu dapat memicu beberapa keluhan seperti mual, diare, muntah, hingga sesak napas. Dikutip dari cnbcindonesia.com (2/11/24).

Kasus keracunan makan yang menimpa banyak siswa mengingatkan kasus gagal ginjal akut karena obat sirup yang mengandung zat berbahaya di atas ambang batas yang diperbolehkan beberapa tahun yang lalu. Hal ini menunjukkan lemahnya jaminan keamanan pangan dan obat oleh negara.

Keamanan pangan dan obat yang beredar haruslah dipastikan, dan hal ini adalah tanggung jawab negara, termasuk produk yang berasal dari luar negeri. Negara harusnya belajar dari kasus-kasus KLB sebelumnya. Negara harus bertanggung jawab jika terjadi keracunan baik karena obat atau makanan. Karena memastikan dan menjamin keamanan obat dan pangan adalah kewajiban negara sebagai pengurus rakyat.

Namun dalam negara yang menjalankan sistem sekuler kapitalis, di mana negara hanya berperan sebagai regulator bukan pengurus rakyat. Tentunya hal ini bisa terabaikan. Ketika ada kejadian luar biasa keracunan atau kasus seperti gagal ginjal akut, para pejabat negara justru saling lempar tanggung jawab, mereka cuci tangan terhadap kasus-kasus tersebut. Penindakan terhadap unsur tindak kriminal hanya fokus pada pelaku industri yang memproduksi dan mendistribusikannya. Namun, tidak ada pejabat terkait semisal BPOM atau Kemenkes yang turut bertanggung jawab perihal kelalaian dalam pengawasan dan uji kelayakan pangan.

Dalam kasus latiao, negara memiliki kewenangan melakukan pengawasan dan pengontrolan uji kelayakan. Baik pihak swasta atau individu yang memproduksi, negara tetap harus melakukan pengawasan demi menjamin keamanan kesehatan masyarakat.

Hal ini jelas akan berbeda dengan negara yang menerapkan Islam. Negara dalam Islam memiliki pemahaman untuk mengurusi urusan umat termasuk dalam obat dan pangan, baik dalam produksi maupun peredaran. Prinsip halal dan thayyib akan menjadi panduan negara dalam memastikan keamananan pangan dan obat. Termasuk ketika menemukan pejabat di bawahnya tidak menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, penguasa wajib bersikap tegas serta memberi sanksi kepada pejabatnya.

Negara Islam memiliki mekanisme dalam memastikan keamanan pangan dan obat. Negara wajib menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Negara akan menetapkan kebijakan keamanan pangan dengan mekanisme berikut:

Pertama, mengatur regulasi untuk industri makanan dan minuman agar sesuai ketentuan pangan halal, baik (tayib), aman, tidak mengandung bahan-bahan berbahaya, halal, dan tidak memicu munculnya penyakit.

Kedua, melakukan pengawasan, yakni lembaga negara yang melakukan pengawasan dan pengontrolan dalam rangka mencegah pelaku industri berlaku curang, menipu, mengurangi takaran atau timbangan, serta memastikan kualitas produk obat dan pangan tetap layak dan aman dikonsumsi.

Ketiga, melakukan edukasi melalui lembaga layanan kesehatan, media massa agar masyarakat memahami kriteria makanan halal, tayib, dan aman dikonsumsi.

Keempat, menindak tegas siapa saja yang menyalahi ketentuan peredaran obat dan pangan yang sesuai standar Islam, yaitu halal, tayib, dan aman.

Dengan kebijakan yang terintegrasi dan sistemis. Negara dapat menjamin terpenuhinya produk obat dan pangan yang halal, tayib, dan aman.

Maka sudah saatnya kita meninggalkan sistem kapitalis sekuler dan beralih pada sistem Islam. Satu-satunya sistem yang merupakan sistem yang benar karena berasal dari Sang Pencipta Manusia yaitu Allah Swt. Hanya dalam sistem Islam keamanan pangan dan obat dapat dijamin. Wallahu’alam bissawab

Nama

#Berita,4,#Cerpen,2,#hut,2,#Internasional,1,#Kesehatan,1,#Menhan,1,#Olahraga,1,#Opini,148,#Otomotif,1,#Padang,3,#Polri,4,#Teknologi,2,#TNI,7,Anti Korupsi,1,Bank Nagari,2,Batu Sangkar,1,Bela Negara,2,Bencana,1,Bencana alam,1,Berita,170,BNI,1,BNPB,1,BPBD Agam,1,BPBD Sumbar,1,BPJN,1,BRI,5,Cerpen,2,Diktisaintek,1,Diplomasi,1,DPRD Kota Payakumbuh,3,Filupina,1,FKAN Pauh IX,2,Fogging,1,GKMI,1,Go green,1,Grasstrack,1,Hari Armada,1,imporsusu,1,Intan Jaya,1,Internasional,3,Islam,1,Iven Wisata,1,Jabatan,1,Jakarta,11,Jateng,8,Jatim,4,Jawa Tengah,1,JNE,1,Judi Online,1,Kabupaten Limapuluh Kota,11,Kalimantan,3,Kampus,3,kapitalisme,1,Kasad,2,Keagamaan,2,Kementerian Komdigi,1,kepemimpinanIslam,1,Kesehatan DBD,1,Keselamatan,1,Ketahanan pangan,1,khilafah,1,Koarmada,9,Kompetisi,1,Kostrad,2,Kota Payakumbuh,42,Kunjungan,1,Kupang,2,Lanud,1,Lanud Adi Sumarmo,2,Lapas Suliki,1,Lewotobi,1,mahasiswa,3,malang,2,Menembak,2,Menkomdigi,1,Mentan,1,Mentawai,1,Milad,1,MIPI,1,Misi,1,Monas Menjadi Saksi Napak Tilas 1 Dekade Hafizh On The Street,1,Muhammadiyah,1,MUI,1,Mutasi,1,Nagari Simalanggang Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa 2024,1,Nasional,13,Natal,1,NTT,2,Olah raga,3,Opini,408,Opini nusantaranews.net,29,Opino,1,Otomotif,1,Pagaruyung,1,Panglima TNI,3,Papua,14,Pati,5,Patroli,1,Pelayaran,2,pembangunan,1,Pemkab Mentawai,1,Pendidikan,2,Penyelundupan,1,Perbatasan,2,Perguruan Tinggi,1,Pertanian,1,Pessel,1,peternaksusu,1,Pilkada,7,POTRET BURAM PENDIDIKAN SISTEM KAPITALIS SEKULER,1,PPATK,1,presiden,1,Presiden Prabowo,1,Puisi,2,Puisi Nusantaranews,1,Puting beliung,1,PWI,4,Rajab,1,Rektor,1,RS Mitra Bangsa,1,SALATIGA,1,satgas,3,Satgas TNI,6,Sejarah,6,seminar,1,sinergi,1,Solok,35,sorong,1,surabaya,2,Surakarta,2,Sweeping,1,Tanah Datar,4,Teknologi,2,TMP,1,TNI,12,TNI AD,4,TNI AL,4,TNI AU,2,Toleransi,2,UKSW,2,Veteran,1,Wakasad,2,wartawan,1,ziarah,1,
ltr
item
contoh nusantara: Islam Menjamin Keamanan Pangan
Islam Menjamin Keamanan Pangan
contoh nusantara
https://seobost24.blogspot.com/2024/11/islam-menjamin-keamanan-pangan.html
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/2024/11/islam-menjamin-keamanan-pangan.html
true
6213777001862568329
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content