Oleh: Ummu Kamil
Akhir-akhir ini viral di medsos lagu APT , Dilansir dari halaman CNN Indonesia lagu terbaru Rosé BLACKPINK sekaligus hasil kolaborasi dengan Bruno Mars begitu viral sejak dirilis 18 Oktober. Lagu itu memecahkan banyak rekor, seperti Bruno Mars memenangkan M Countdown, kemenangan pertamanya di Korea dalam 15 tahun setelah debut di acara musik itu.
Lagu itu juga langsung mendominasi platform streaming musik Korea, seperti Melon, Genie, Bugs, dan Vibe. APT. juga berada di puncak tangga lagu Global Top 50 Spotify, menjadikan Rosé sebagai solois perempuan Korea pertama yang menempati posisi No. 1 di tangga lagu itu.
LAGU INI DI BERBAGAI NEGARA
APT. kini memperpanjang daftar lagu yang dilarang diputar jelang siswa SMA Korea Selatan mengikuti tes masuk universitas atau Ujian Kemampuan Skolastik Perguruan Tinggi (CSAT) atau yang dikenal sebagai suneung.
Musik serta lirik lagu yang catchy itu dikhawatirkan begitu melekat dalam pikiran para siswa sehingga membuat mereka tidak fokus belajar atau mengerjakan ujian mendatang
Sedangkan di Malaysia, lagu apateu itu dinilai mempromosikan budaya Barat yang bertentangan dengan adat ketimuran. Public Health Malaysia melalui akun resminya mendorong masyarakat, terutama orang tua, lebih berhati-hati dengan lagu itu. Di Malaysia, single Apateu ini tidak sampai dilarang seperti di Korea Selatan. Namun, akun resmi Public Health Malaysia ini menilai lirik lagu tersebut “terang-terangan mengajak gaya hidup yang tidak sehat dan menormalisasi budaya Barat.”
Lirik “apateu apateu,” merujuk pada nama permainan yang kerap dilakukan saat berkumpul dan minum-minum di Korea Selatan. Bagian itu pula yang kerap dijadikan backsound begitu banyak video di media sosial. “Penggunaan istilah ‘APT.’ atau ‘apartment’ sebagai simbol tempat pertemuan dalam konteks menggoda juga memperlihatkan normalisasi terhadap tingkah laku yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya timur,” tulisan dalam unggahan itu.
PROMOSI BUDAYA BARAT
Lagi – lagi generasi muda menjadi sasaran empuk untuk promosi budaya barat. Tanpa disadari sebenarnya bertahap dan halus sekali cara barat untuk bisa diterima di kalangan pemuda. Disisi lain sebenarnya para generasi muda ini tidak butuh atas promosi-promosi budaya barat hari ini. Karena tidak mau ketinggalan dengan trend akhirnya mau tidak mau para generasi Z ini ikut ikutan alias (FOMO). FOMO adalah kondisi yang dikaitkan saat seseorang kecanduan bermain ponsel atau media sosial. Kondisi ini ditandai dengan perasaan khawatir berlebihan jika tidak mengetahui berita terkini. Banyak orang yang mengganggap sepele, padahal FOMO dapat berdampak pada kesehatan mental.
SOLUSI ISLAM
Jika kita mendengar kata “pemuda”, maka yang tebersit dalam benak adalah sosok yang memiliki kemampuan berpikir yang luas, fisik prima, tenaga kuat, kreatif, serta idealisme yang kukuh. Mereka adalah agent of change ‘agen perubahan’, sosok pelopor sebuah proses perubahan.
Tampak jelas bahwa serangan Barat terhadap pemuda muslim sangat luar biasa, demikian rapi dan terstruktur. Melalui pemikiran dan ide sekuler kapitalisme yang rusak dan merusak, Barat hendak memandulkan potensi pemuda muslim dan berupaya menjauhkan mereka dari pemahaman Islam yang benar.
Lebih dari itu, Barat hendak membendung kebangkitan Islam dengan mengikis kebanggaan pemuda Islam terhadap agamanya dan menghilangkan spirit perjuangan pemuda muslim. Tentu saja serangan ini harus dilawan! Pemuda muslim harus dijauhkan dari ide rusak ini.
Sudah seharusnya para pemuda muslim sadar bahwa mereka adalah target kunci berbagai upaya Barat untuk mengadang kebangkitan Islam. Pemuda muslim harus bergerak melawan arus pembajakan potensinya dan istikamah berjuang menegakkan syariat Islam dalam naungan Khilafah. Pemuda muslim juga harus mampu memimpin umat, berada di garda terdepan dalam barisan perjuangan yang mulia ini.
Untuk mewujudkan semua ini, pemuda muslim harus memiliki pemahaman dan keyakinan kuat bahwa mereka adalah penolong agama Allah. Mereka harus senantiasa membekali diri dengan pemahaman Islam dan menjadikan Rasulullah saw. sebagai teladan dalam berjuang sehingga gerak langkah perjuangannya selalu ada dalam koridor syara’.