Childfree Makin Diminati, Buah Beban Hidup yang Makin Tinggi?

Oleh : Hasbiati, S.ST

(Praktisi Kesehatan)

Fenomena childfree di Indonesia semakin menarik perhatian, yaitu terkait keputusan perempuan untuk tidak memiliki anak. Anggota Komnas Perempuan, Maria Ulfah Ansor, menjelaskan setiap perempuan memiliki hak untuk menentukan pilihan hidupnya termasuk memiliki anak.

Menurutnya hal ini merupakan bagian dari hak asasi manusia yang harus dihormati oleh semua pihak. “Terserah mereka apakah seseorang memilih untuk memiliki anak atau tidak, itu bagian dari hak pribadi yang harus dihormati,” ujarnya dalam wawancara bersama Pro 3 RRI.

Peningkatan tren childfree atau memilih hidup tanpa anak semakin mencuat terutama di kalangan perempuan muda. Berdasarkan data BPS terbaru, sekitar 8,2 persen perempuan Indonesia usia 15 hingga 49 tahun memilih tidak memiliki anak.

Hal ini memicu perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati. Menurutnya, negara harus menyiapkan strategi untuk mengantisipasi dampak tren yang bisa mengurangi jumlah generasi muda (rri.co.id, 15/11/2024).

Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama, membeberkan, “keputusan untuk childfree dapat memberikan dampak tertentu pada kesehatan reproduksi wanita, baik positif maupun negatif, tergantung pada kondisi fisik, mental dan gaya hidup yang dijalani,” ujarnya (Antaranews.com, 18/11/2024).

Ada beberapa penyebab terjadinya childfree, mulai dari ide hak reproduksi perempuan, yang mana mereka beranggapan bahwa memiliki anak adalah pilihan. Mereka bebas memilih menikah dengan mempunyai anak atau menikah saja tanpa menginginkan kehadiran seorang anak. Hingga tingginya biaya hidup menjadi pertimbangan untuk tidak menambah beban hidup dengan memiliki anak.

Ide childfree lahir dari feminisme dan sistem sekuler kapitalisme. Sistem sekuler memisahkan agama dari kehidupan sehingga terbentuklah pola pikir liberal yang diaruskan yang memengaruhi kalangan muda. Sekularisme yang asasnya manfaat menjadikan mereka memiliki kekhawatiran akan rezeki dan tidak mau repot karena anak dianggap sebagai beban. Kesulitan hidup dalam kapitalisme mendorong perempuan atau istri memilih childfree.

Sekularisme yang asasnya manfaat membuat tak percaya konsep rezeki. Childfree hanya mempertimbangkan manfaat dan kesenangan, tanpa pertimbangan agama sama sekali. Kemiskinan yang kian bertambah dengan penghasilan yang stagnan menjadikan childfree sebagai pilihan yang tepat. Mirisnya negara hari ini memberi ruang paham rusak dengan dalih HAM. Negara mendukung dengan membiarkan kampanye Komnas Perempuan yaitu childfree sebagai pilihan yang harus dihormati.

Persoalan ini butuh solusi tuntas. Berbeda dengan sistem sekuler, dalam sistem Islam, negara akan menjamin kesejahteraan bagi masyarakat dengan terpenuhinya kebutuhan dasar. Negara bertanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan rakyatnya. Ibu tidak perlu merasa khawatir dengan kondisi ekonomi keluarga karena negara dalam sistem Islam akan menyediakan lapangan pekerjaan bagi suami untuk mencari nafkah, sehingga ibu tidak perlu bekerja membantu suami memenuhi kebutuhan ekonomi.

Jika tidak memiliki suami, maka tanggung jawab nafkah kembali kepada walinya. Kemudian jika walinya tidak ada, maka negara akan mengurus segala keperluannya. Sistem Islam akan menguatkan akidah kaum muslimin sehingga meyakini rezeki berasal dari Allah SWT, sehingga akan menolak ide childfree karena bertentangan dengan akidah Islam. Akidah Islam yang dimilikinya akan memunculkan ketakwaan sehingga akan melakukan perbuatan sesuai perintah Allah SWT.

Ibu akan menikmati perannya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Memiliki anak bukanlah beban melainkan amanah yang menjadi ladang pahala bagi orang tua. Pendidikan Islam akan menjaga akidah umat tetap lurus dan menjaga pemikiran sesuai Islam. Negara juga memberikan benteng atas masuknya pemikiran yang bertentangan dengan Islam sehingga masyarakat akan fokus menjalankan amalan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Nama

#Berita,4,#Cerpen,2,#hut,2,#Internasional,1,#Kesehatan,1,#Menhan,1,#Olahraga,1,#Opini,148,#Otomotif,1,#Padang,3,#Polri,4,#Teknologi,2,#TNI,7,Anti Korupsi,1,Bank Nagari,2,Batu Sangkar,1,Bela Negara,2,Bencana,1,Bencana alam,1,Berita,170,BNI,1,BNPB,1,BPBD Agam,1,BPBD Sumbar,1,BPJN,1,BRI,5,Cerpen,2,Diktisaintek,1,Diplomasi,1,DPRD Kota Payakumbuh,3,Filupina,1,FKAN Pauh IX,2,Fogging,1,GKMI,1,Go green,1,Grasstrack,1,Hari Armada,1,imporsusu,1,Intan Jaya,1,Internasional,3,Islam,1,Iven Wisata,1,Jabatan,1,Jakarta,11,Jateng,8,Jatim,4,Jawa Tengah,1,JNE,1,Judi Online,1,Kabupaten Limapuluh Kota,11,Kalimantan,3,Kampus,3,kapitalisme,1,Kasad,2,Keagamaan,2,Kementerian Komdigi,1,kepemimpinanIslam,1,Kesehatan DBD,1,Keselamatan,1,Ketahanan pangan,1,khilafah,1,Koarmada,9,Kompetisi,1,Kostrad,2,Kota Payakumbuh,42,Kunjungan,1,Kupang,2,Lanud,1,Lanud Adi Sumarmo,2,Lapas Suliki,1,Lewotobi,1,mahasiswa,3,malang,2,Menembak,2,Menkomdigi,1,Mentan,1,Mentawai,1,Milad,1,MIPI,1,Misi,1,Monas Menjadi Saksi Napak Tilas 1 Dekade Hafizh On The Street,1,Muhammadiyah,1,MUI,1,Mutasi,1,Nagari Simalanggang Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa 2024,1,Nasional,13,Natal,1,NTT,2,Olah raga,3,Opini,408,Opini nusantaranews.net,29,Opino,1,Otomotif,1,Pagaruyung,1,Panglima TNI,3,Papua,14,Pati,5,Patroli,1,Pelayaran,2,pembangunan,1,Pemkab Mentawai,1,Pendidikan,2,Penyelundupan,1,Perbatasan,2,Perguruan Tinggi,1,Pertanian,1,Pessel,1,peternaksusu,1,Pilkada,7,POTRET BURAM PENDIDIKAN SISTEM KAPITALIS SEKULER,1,PPATK,1,presiden,1,Presiden Prabowo,1,Puisi,2,Puisi Nusantaranews,1,Puting beliung,1,PWI,4,Rajab,1,Rektor,1,RS Mitra Bangsa,1,SALATIGA,1,satgas,3,Satgas TNI,6,Sejarah,6,seminar,1,sinergi,1,Solok,35,sorong,1,surabaya,2,Surakarta,2,Sweeping,1,Tanah Datar,4,Teknologi,2,TMP,1,TNI,12,TNI AD,4,TNI AL,4,TNI AU,2,Toleransi,2,UKSW,2,Veteran,1,Wakasad,2,wartawan,1,ziarah,1,
ltr
item
contoh nusantara: Childfree Makin Diminati, Buah Beban Hidup yang Makin Tinggi?
Childfree Makin Diminati, Buah Beban Hidup yang Makin Tinggi?
contoh nusantara
https://seobost24.blogspot.com/2024/11/childfree-makin-diminati-buah-beban.html
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/
https://seobost24.blogspot.com/2024/11/childfree-makin-diminati-buah-beban.html
true
6213777001862568329
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content